HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                          DESEMBER II


Bacaan : Maleakhi 3:16-4:6
Tema : Menyiapkan Jalan Menyambut Kedatangan Tuhan.
Sub Tema : Jangan Terlena! Tuhan Segera Datang.


KETERANGAN TEKS BACAAN.

Generasi Umat Tuhan Yang Terlena. Secara tidak langsung Kitab Maleakhi menunjukkan bahwa kembalinya umat Israel dari pembuangan tidak membawa suatu zaman mesianik. Sikap tawar hati, menangis putus asa, keragu-raguan. Penyakit masyarakat (pekat) merajalela: perzinahan, sumpah palsu, penindasan dan diskriminasi, serta meluasnya perkawinan antar agama, menjadi puncak fenomena peremehan agama. Agama dihayati dan dikritik secara sekuler karena tidak dirasakan perannya bagi kebahagiaan hidup manusia[10]. Agama bukan lagi hal spiritualitas, namun menjadi alat bagi praktek penindasan dan pemuasan nafsu manusia (intertainment) dan alat politik bagi penguasa.

Teodosi. Kitab Maleakhi menampilkan pembenaran tindakan Allah (teodosi), terhadap tuduhan umatNya yang berupa: bahwa Tuhan tidak ada, Tuhan tidak mempertahankan kasihNya terhadap umat pilihanNya, Tuhan tidak memperhatikan kualitas korban dan sebenarnya Tuhan merasa senang dengan mereka yang berbuat jahat. Terhadap serangan ini Tuhan mempunyai teodosi yang terbagi ke dalam 3 kelompok: [11]

Allah adalah Allah segala sesuatu,
Walaupun Allah adalah Allah seluruh dunia, namun ada tempat istimewa bagi umat pilihan Allah,
Hari Tuhan. Hari penghakiman, pemurnian, pentahiran. Mereka yang melawan Tuhan dengan tuduhan-tuduhan jahat akan mendapat jawaban dari Tuhan melalui teodosi. Mereka yang takut akan Tuhan, yang nama-namanya tertulis dalam kitab peringatan (ayat 16) akan menjadi milik kesayangan Tuhan (ayat 17).

Perintis Jalan. Menengok ke pasal 3 ayat 1, Kitab Maleakhi menyebut pelopor yang bergelar “utusanKu”. UtusanKu yang dimaksud adalah utusan Tuhan yang bertugas mempersiapkan jalan, dalam tugas semacam pencari data yang mencatat orang-orang yang takut akan Tuhan dan menghormati namaNya, yang kemudian dicatat dalam kitab peringatan (ayat 16). Proses pencatatan ini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan orang yang percaya akan penyataan Allah. Sehingga pada Hari Tuhan, pelaksanaan penghakiman dan penyelamatan terakhir siap dilakukan dengan sempurna, murni tanpa keputusan yang salah bagi setiap orang yang hidup dan mati (ayat 18,20).

Waktu dan Tanda-tanda. Masa dan waktu Hari Tuhan adalah ketetapan Bapa sendiri menurut ketetapan kuasaNya (Kis 1:7), dan bahwa Hari Tuhan akan datang seperti pencuri pada malam, artinya: tanpa dapat diduga-duga atau diperhitungkan terlebih dahulu (1 Tes 5:2,4; 2 Ptr 3:10; Why 16:15)[12]. Sedangkan tanda-tanda yang muncul sebagaimana yang dicatat di dalam Alkitab; munculnya anti Kristus, bencana alam, godaan besar dan kemurtadan besar, adalah masa proses pemurnian, pencatatan nama-nama (orang yang takut akan Tuhan dan menghormati namaNya) ke dalam kitab peringatan. Masa ini dimulai sejak kelahiran Kristus sebagai manusia sampai Hari Tuhan (-sekali lagi!- yang tidak bisa diprediksi oleh siapa pun, kecuali Allah). Namun seruan untuk bersiap-siap itu terus digaungkan sejak jaman Nabi Yesaya (Yes 40:3), jaman Maleakhi (pasal 3:1) sampai jaman Yohanes Pembaptis (Yoh 1:23), bahkan jaman sekarang melalui ajaran dan kalender kegiatan Gereja, sebagai kepanjangan keselamatan dari Allah[13].

REALITAS SAAT INI

Di masa Adven gereja berseru-seru agar umat Tuhan mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. Di era sekarang, kedatangan Tuhan bermakna ganda: (1) Kedatangan Tuhan menjadi manusia dalam Diri Kristus -kadatangan Tuhan yang pertama-, sekaligus (2) Hari Tuhan yang merupakan peyelamatan dan penghakiman terakhir -kedatangan Tuhan yang kedua. Namun kedua hal ini saling terkait. Bahkan kedatangan Tuhan yang pertama adalah seruan untuk mempersiapkan diri, menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali. Perlu dingat! -sekali lagi- kedatangan Tuhan yang kedua kali tidak bisa diprediksi oleh siapapun. Jika ada usaha untuk memprediksinya, justru itu mengendorkan semangat siap-siaga setiap saat, sebagaimana dikehendaki Tuhan. Prediksi hanya membuat kita makin terlena, karena terpaku dan sibuk mencermati tanda-tanda kedatanganNya[14]

Era reformasi informasi[15], yang dipahami dan dihayati oleh GKJW menjadi salah satu pemicu menurunnya kualitas spiritualitas umat Tuhan. Banyak umat Tuhan yang terlena dengan segala kenikmatan dan kemudahan dari gadget (android, smartphone, Iphone –apapun namanya!), seakan-akan kebenaran sejati adalah yang bersumber dari kecanggihan gadget. Tidak sadar dengan hoax, mudah terprovokasi, terlena, gadget menjadi illah yang baru!

PENERAPAN

Kitab Maleakhi, khususnya bagian yang kita pelajari saat ini memaparkan tentang proses dan hal-hal yang terjadi pada Hari Tuhan. Namun sebagaimana penjelasan di atas, Alkitab tidak pernah memberikan kepastian waktu tentang Hari Tuhan. Mari kita renungkan:

Apakah manfaatnya bagi umat Tuhan untuk mengetahui, dan menggumuli perihal tanda-tanda kedatangan Hari Tuhan?
Setiap tahun menjelang Natal, kalender gereja memasuki masa Adven. Bagaimana kita menghayati dan menghidupi masa Adven itu secara pribadi dan bergereja? Perhatikan secara khusus tentang teodosi, terkait pertanyaan ini.
Bagaimana kita mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan dalam era reformasi informasi?


Pdt. Agus Puji Purwanta.                                                                                        
                                                                                                    

                                                                                       
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.