HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                         
                                                                                                                                       PEBRUARI II


Bacaan : II Korintus 5:17-21.
Tema Liturgis : Mengosongkan Diri Dalam Ketaatan Kepada Kehendak Tuhan.
Tema PA : “Membangun diri dan relasi dengan Tuhan”.


Tujuan:
Agar warga jemaat mengetahui tentang kehendak Tuhan atas kehidupan riil kita.
Agar warga jemaat memahami bahwa kita (umat-Nya) wajib menaati kehendak-Nya di kehidupan riil (nyata).
Agar warga jemaat melatih diri untuk mengosongkan diri secara riil/nyata untuk dapat menaati kehendak Tuhan.

Keterangan Teks:
Ayat 17: Para orang Kristen adalah ciptaan baru. Roh Kudus memberi mereka isi (kualitas) baru; dengan demikian cara hidup mereka yang lama sudah berlalu (17). Para orang Kristen (kita) tidak direformasi atau dibentuk lagi, tidak direhabilitasi, dan tidak dididik ulang, melainkan kita diciptakan kembali (sebagai ciptaan baru). Oleh karena itu penting untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Kristus Yesus (Kolose 2:6-7). Pada perubahan tersebut, kita tidak hanya memulai hidup baru, melainkan kita juga mulai hidup baru di bawah seorang Tuan (Penguasa) baru yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Ayat 18-19: Allah membawa kita kembali kepada-Nya (rekonsiliasi = memulihkan hubungan ke keadaan semula) dengan cara menghilangkan (menghapuskan) dosa-dosa kita (baca juga Efesus 2:13-18) dan menjadikan kita berbudi (mempunyai kebijaksanaan; berakal; berkelakuan baik). Kita tidak lagi menjadi musuh Allah atau para orang yang tak dikenal (orang asing) bagi-Nya, apabila kita percaya dalam Kristus. Karena kita direkonsiliasi oleh Allah, maka kita memperoleh kemampuan untuk melakukan hal yang sama, sebagai pendamai bagi sesama, sebab kita memiliki ‘Firman rekonsiliasi’.

Ayat 20: Seorang duta besar adalah seorang wakil atau utusan resmi atas nama (bagi/untuk) suatu Negara terhadap Negara lainnya. Sebagai orang percaya, kita adalah para duta Kristus, yang diutus dengan misi rekonsiliasi-Nya bagi dunia. Seorang duta rekonsiliasi memiliki tanggungjawab penting. Kita tak boleh menganggap enteng tanggungjawab ini. Bagaimana sebaiknya anda mengisi jabatan anda sebagai duta Kristus?

Ayat 21: Jika kita percaya dalam Kristus, kita akan mampu membuat perubahan, meski kita berdosa namun kita dapat berbuat bagi kebenaran-Nya. Dosa kita dipikul Kristus pada penyaliban-Nya. Kebenaran-Nya dicurahkan kepada kita untuk mengubah kita. Hal ini adalah penebusan Kristus bagi dosa. Di dunia, kerja barter (= perdagangan dengan saling bertukar barang) terjadi hanya bila dua orang bertukar barang-barang yang nilainya relatif sama. Tetapi Allah menawarkan barter kebenaran-Nya bagi dosa kita, sesuatu yang tak terbatas harga atau nilainya, bagi sesuatu yang benar-benar tak bernilai (dosa). Bagaimana kita berterima kasih bagi kebaikan-Nya untuk kita?

Realitas kehidupan kini dan penerapan:
Dunia modern menawarkan gaya hidup serba online! Misalnya: membeli pakaian, makanan; memanggil taksi, ojek; memesan tiket kereta api/pesawat terbang; transfer uang; ikut arisan, koperasi, investasi bodong; e-money, e-tol, dll. Kita tidak dapat melawannya, kecuali ikut mengalir begitu saja atau mengikutinya dengan bijak. Kelihatannya, semua hal dapat dilakukan dengan mudah.
Di tengah-tengah kita asyik dan terbuai dengan alat komunikasi modern, ada sebuah mutiara kata: “Semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk saling berhubungan melalui segudang gawai, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk mengembangkan persahabatan sejati di dunia nyata” (Alex Morritt, Penulis buku dan perjalanan). Anda setuju dengan mutiara kata tersebut?

Metode:
Untuk memenuhi harapan dan tujuan di atas (a, b, dan c), maka perlu sebuah percakapan dinamis dalam PA ini, dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Sebutkan ‘kehendak Tuhan’ yang anda percayai/hayati/alami dalam kurun waktu sebulan terakhir ini. Bagaimana respons atau tanggapan anda menghadapi kehendak Tuhan tersebut?
Hal apa saja yang anda butuhkan agar anda dapat menaati kehendak-Nya di kehidupan riil (nyata) anda?
Baca sekali lagi bagian ‘Realitas kehidupan kini dan penerapan’ di atas. Langkah apa yang ingin anda lakukan untuk mewujudkan ‘melatih untuk mengosongkan diri secara riil/nyata’ agar dapat menaati kehendak Tuhan?

Pdt. Em. Sri Hadijanto.                                                                                                                     
                                                                                                                                                                                                                    
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.