HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                                                                               Juli II



Bacaan : Kolose 1 : 15 – 23
Tema Liturgi : Utamakan Tuhan maka segala sesuatu diberikan Kepadamu
Tema PA : Sudahkah Kristus menjadi yang utama dalam hidupku?
Tujuan :
Mengajak setiap peserta PA untuk memahami mengapa Kristus perlu diutamakan dalam hidupnya.
Mengajak setiap peserta PA untuk memahami konsekuensi sebagai orang yang mengutamakan Kristus dalam hidupnya.


Latar belakang Teks
Rasul Paulus mendengar berita tentang jemaat Kolose melalui rekan sepelayanannya, Epafras, yang datang mengunjunginya di penjara. Waktu itu, Kondisi jemaat Kolose sedang menghadapi serangan dari ajaran dan filsafat yang berasal dari Yunani dan Yahudi, salah satunya adalah dari ajaran Gnostik. Salah satu pokok ajaran ini adalah mereka memandang Tuhan hanya sebagai sebuah dunia ide yang mutlak di mana ciptaan sebagai materi yang rusak. Dunia ide yang mutlak dan materi yang rusak ini tidak bisa disatukan satu sama lain. Hubungan antara keduanya terputus. Ciptaan mampu mencapai Tuhan hanya melalui pengetahuan (gnosis). Jadi, ajaran filsafat gnostik sangat sulit untuk menerima Tuhan yang mutlak itu ada di dalam dunia materi yang rusak. Itu sebabnya mereka sangat menentang inkarnasi Kristus, Allah menjadi manusia. Bagi mereka, Yesus hanyalah tokoh terakhir dari pengantara manusia dengan Tuhan di sepanjang sejarah manusia. Selain ajaran gnostik, jemaat Kolose juga dihadapkandengan ajaran-ajaran turun temurun tentang makanan dan minuman, tentang hari raya, yang mana keduanya perlu ditambahkan untuk mencapai keselamatan. Di tengah urgensi inilah, Paulus perlu menuliskan suratnya kepada jemaat Kolose agar mereka tidak terjerat masuk ke dalam pengaruh ajaran-ajaran menyimpang yang muncul di sana.

Alasan Paulus untuk menjadikan Kristus sebagai yang utama dalam hidup (Keterangan Teks)
Dalam bacaan tadi, Rasul Paulus menyampaikan bahwa TUHAN Allah itu telah dinyatakan di dalam diri Yesus Kristus sebagai ”gambar (eikon) Allah” yang artinya, Yesus Kristus adalah representasi dan manifestasi diri Allah yang benar-benar sempurna. Bila ingin melihat seperti apakah Allah itu, maka kita harus melihatnya pada Yesus. Karena tidak ada seorangpun yang telah melihat Allah. ”Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dia-lah yang menyatakan-Nya.” (Yoh.1:18).” Karena itu Dia adalah yang utama, atau Yang Sulung atau lebih utama dari segala yang diciptakan.” Kata ”sulung” di sini sama sekali tidak berbicara mengenai waktu (time) yang bersifat urutan, siapa yang dahulu dilahirkan daripada yang lain. Kata ”sulung” di sini berbicara tentang supremasi, keutamaan Yesus Kristus dari seluruh ciptaan. Yesus Kristus adalah pencipta dan seluruh rencana Allah Bapa di dalam kekekalan dikerjakanYesus di dunia sampai selesai. Yesus Kristus juga adalah batu penjuru, di mana seluruh ciptaan dibangun dengan pedoman dari batu penjuru. “Melalui Dia” artinya bicara kontinuitas dari pemeliharaan Yesus terhadap seluruh ciptaan. Pencipta tidak pernah meninggalkan ciptaan-Nya. “Untuk Dia” artinya, seluruh ciptaan semata-mata adalah bagi kemuliaan-Nya saja. Ini seperti seorang pemahat seni yang membuat satu karya seni yang begitu detail dan agung sehingga karya tersebut membuat orang yang melihatnya kagum dan memuji sang pemahat tersebut karena karyanya sedemikian indah dan agung.

Yesus Kristus, sudah ada sebelum segala sesuatunya ada dan diciptakan. Dia adalah Pencipta yang terutama dari segala ciptaan. Dia tidak hanya mencipta, tapi juga memelihara seluruh ciptaan-Nya. Rasul Paulus juga berkata bahwa Yesus adalah kepala tubuh, yaitu jemaat. Artinya, seluruh anggota tubuh (gereja/Jemaat) bekerja sama bukan hanya karena sekadar organisasi, tapi oleh karena tunduk kepada Kepala yang mengaturnya.” Ia yang Sulung, yang pertama bangkit.” Lazarus pernah mati lalu dibangkitkan, tapi kemudian ia mati kembali. Tidak demikian dengan Yesus. Dia mati lalu bangkit, dan hidup untukselama-lamanya. Ketika Dia dikatakan yang sulung, yang pertama bangkit, artinya kebangkitan Yesus merupakan jaminan bahwa umat tebusan-Nya akan dibangkitkan juga pada waktu kedatangan-Nya yang kedua.

Yesus Kristus adalah sang Pencipta, kepala jemaat, lebih utama dari segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah, kuasa dan keilahian-Nya ada di dalam Yesus. Hal ini terlihat dari sikap, perkataan, dan perbuatan-Nya ketika ada di dalam dunia ini. Dia dan Bapa adalah satu adanya (Yoh. 10:30). Dia adalah manifestasi dari Allah yang sempurna. Melihat Dia berarti melihat Allah (Yoh.14:9). Dia di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia (Yoh.14:10). Yesus Kristus sebagai pemelihara ciptaan juga bertindak sebagai pendamai. Ini adalah pekerjaan Yesus sebagai figur sentral dalam keselamatan. Dalam Kejadian 3:17 dicatat bagaimana fakta dosa tidak hanya mengakibatkan rusaknya relasi antara manusia dengan Allah, tapi juga antara manusia dengan alam (Kej.3:17). Yesuslah satu-satunya jalan yang mampu memperdamaikan/ merekonsiliasi relasi-relasi yang rusak itu, hingga relasi-relasi tersebut kembali dipulihkan. Dia memperdamaikannya melalui pengorbanan-Nya di kayu salib yang menebus dosa manusia. Kematian-Nya bersifat menggantikan (substitusi) dosa manusia.

Paulus Memotivasi Warga Kolose untuk dapat mengutamakan Kristus
Demikian juga Yesus Kristus itu telah mendamaikan warga Kolose. Menurut Paulus, dahulu sebelum mereka menerima Injil dan percaya kepada Kristus, mereka adalah orang-orang yang hidup jauh dari Allah dan menjadi musuh Allah. Hal ini termanifestasi jelas dari perbuatan mereka yang jahat. Tetapi, mereka sekarang telah diperdamaikan melalui kematian Kristus. Efek dari pendamaian Kristus menjadikan status manusia yang dahulu adalah orang-orang berdosa kini menjadi orang-orang kudus. Artinya, mereka kini telah dipisahkan dari yang tidak kudus dan dikhususkan bagi Allah. Mereka kini menjadi milik Allah. Karena itu, Paulus mengingatkan mereka supaya tetap teguh pada pemberitaan Injil. Di tengah pergumulan dan tantangan adanya pengajaran tidak sehat yang muncul, Paulus berpesan agar mereka tidak digoncangkan dan digeser dari pengharapan Injil yang sudah mereka dengar. Mereka harus terus bertekun di dalam memperjuangkan Injil. Paulus percaya bahwa Tuhan tetap akan memimpin mereka di dalam menjalankannya.

Pertanyaan Untuk Digumuli
Apakah Kristus saat ini juga menjadi yang utama dalam hidup kita? Mengapa?
Jika kita mengakui Kristus sebagai yang utama dalam hidup kita, tindakan apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan pengakuan tersebut?
Saat menjadikan Kristus sebagai yang utama dalam hidup, apakah ada konsekuensi (dampak/pengaruh) dalam kehidupan kita?                                                                                                                               
                                                                            

Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.