HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                                                                                MARET I

Bacaan : Yesaya 60:15-22.
Tema Liturgis : Mengosongkan Diri Dalam Ketaatan Kepada Kehendak Tuhan.
Tema PA : “Membangun diri ke arah kemuliaan-Nya”.

Tujuan:

Agar warga jemaat mengetahui tentang kehendak Tuhan atas kehidupan riil kita.
Agar warga jemaat memahami bahwa kita (umat-Nya) wajib menaati kehendak-Nya di kehidupan riil (nyata).
Agar warga jemaat melatih diri untuk mengosongkan diri secara riil/nyata untuk dapat membangun diri ke arah kemuliaan-Nya.

Keterangan Teks/Kitab:
Ayat 17-22: Nabi Yesaya melihat Allah kembali menyatakan kemurahan-Nya dalam bentuk yang sangat ‘duniawi’: kekayaan yang berlimpah ruah, kuasa, dan pengaruh.

Ayat 19-20: Lihat Kitab Wahyu 21:23-24 dan 22:5, dimana keindahan realitas di ayat 19-20 ini juga dijanjikan.

Ayat 19: Ayat ini memandang ke depan kepada Yerusalem dari langit baru dan bumi baru, di mana Allah dan Anak Domba itu sendiri akan menjadi terang abadi bagi umat-Nya. Masa depan yang Tuhan janjikan untuk Yerusalem seperti hari baru yang merekah dengan matahari yang terang. Terang kemuliaan Tuhan dan umat-Nya akan menarik bangsa-bangsa ke Yerusalem.

Yerusalem adalah pusat hidup keagamaan umat Israel; di situlah mereka dahulu mendirikan Bait Allah. Kota itu disebut ‘kudus’, artinya dipisahkan atau dikhususkan bagi Allah. Allah diyakini hadir di dalam Bait-Nya di Yerusalem. Yohanes melihat Yerusalem baru ‘turun’ dari surga (Wahyu 21:2). Ini menunjukkan bahwa Allah berkenan tinggal di tengah umat pilihan-Nya. Kota itu juga digambarkan sebagai mempelai perempuan yang siap menjumpai mempelai laki-laki, yaitu Allah.

Di masa Israel kuno, hanya para imam yang diperkenankan masuk ke dalam ruang-ruang paling suci di Bait Allah. Di Yerusalem baru, semua orang akan memuji dan menyembah Allah secara langsung.

Umat memberontak kepada Tuhan dengan menolak hukum-Nya, berlaku tidak jujur dan tidak adil (1:15-26), serta menyembah berhala (1:29). Berbuat baik berarti mematuhi perintah-perintah Tuhan, terutama yang berkaitan dengan keadilan.

Ayat 21: Perjanjian antara Tuhan dan Abraham, leluhur Israel, mencakup juga janji tentang tanah (Kej.17:7-8). Namun, Israel dapat mempertahankan tanah itu hanya jika mereka bertindak dengan benar, yakni mematuhi hukum Taurat dan menyembah Tuhan Allah saja (Ul.6:10-25). Allah ‘menanam’ Israel di tanah itu, sehingga umat bisa menjadi teladan keadilan Tuhan (Yes.5:2,7).

Realitas kehidupan kini dan penerapan:

Setiap orang mempunyai cita-cita atau harapan untuk dapat membangun dirinya semakin baik, misalnya ingin menjadi seorang Kristen yang benar-benar memahami kekristenannya, agar hidupnya memiliki dampak positif bagi sesama dan lingkungannya. Namun, ada begitu banyak halangan sehingga cita-cita atau harapan tersebut kandas dan tak berwujud.
Mutiara Kata: “Kehidupan adalah serangkaian masalah. Namun kita bebas memilih untuk mengeluh atau memecahkan masalah-masalah itu” (M.Scott Peck, 1936-2005, Penulis Amerika). Komentar anda dibutuhkan saat anda menjawab pertanyaan no. 3.

Metode:
Untuk memenuhi harapan dan tujuan di atas, maka perlu sebuah percakapan dinamis dalam PA ini, dengan menjawab dan menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Tuhan menghendaki agar kita hidup dalam damai sejahtera (bandingkan Yeremia 29:11). Bagaimana anda menggunakan kekayaan anda, kekuasaan atau jabatan anda, dan status sosial atau pengaruh anda agar damai sejahtera terwujud?
Tuhan menghendaki agar kita mematuhi hukum-hukum-Nya, perintah-perintah-Nya, berlaku benar dan adil. Bagaimana anda menerjemahkan hal-hal tersebut ke dalam praktek hidup anda sehari-hari?
Apakah anda mempunyai tip atau pengalaman pribadi sebagai bentuk latihan untuk mengosongkan diri secara riil/nyata, agar dapat membangun diri ke arah kemuliaan Tuhan? Bandingkan dengan mutiara kata di ‘Realitas kehidupan kini dan penerapan’ tersebut di atas?

Pdt. Em. Sri Hadijanto.                                                                                      
  
                                                                                                                    

                                                                                                                                                                                                                    
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.