HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                                                            MEI II

Bacaan : Lukas 11:14-23
Tema : Roh Kudus Mengobarkan Semangat Bersaksi dan Melayani


Keterangan Teks:

Bacaan kita ini mengetengahkan kehadiran Yesus sebagai manusia dan pada saat yang sama adalah Allah. Dikisahkan, Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Akhirnya orang tersebut dapat berkata-kata lagi. Banyak orang yang menyaksikan peristiwa ini. Dari peristiwa ini, reaksi orang-orang beragam. Ada yang merasa heran, tetapi ada pula yang menuduh Yesus bersekongkol dengan Iblis. Bagi mereka, Yesus mengusir setan dengan menggunakan kuasa Beelzebul yaitu Penghulu Setan. Kecurigaan mereka sangat besar sehingga mereka meminta tanda dari sorga kepada Yesus. Untuk apa? Mungkin agar bisa membuktikan kecurigaan mereka.

Biasanya Kecurigaan dan keraguan tidak akan hilang apabila sesuatu itu hanya terjadi satu kali saja. “Mungkin hal itu hanya kebetulan”, demikian kata mereka. Kalau ada tanda yang luar biasa terjadi lagi, maka mereka baru bisa dipercaya. Mungkin seperti itulah yang ada di benak orang-orang yang masih sangsi ketika menyaksikan peristiwa pengusiran setan yang dilakukan oleh Yesus. Itulah sebabnya mereka meminta tanda dari sorga kepada Yesus (ayat 16). Tanda dari Sorga yang mereka inginkan adalah kejadian yang luar biasa dan sifatnya ilahi. Tanda itu diperlukan untuk mendukung supaya mereka benar-benar bisa percaya bahwa tindakan Yesus tersebut merupakan pekerjaan ilahidan bukan kuasa setan.

Atas tuduhan tersebut Yesus menegaskan, …“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?”… (Ayat 17-18).

Membayangkan keadaan ini, memang sangat ironi. Mengapa? Karena sebenarnya peristiwa pengusiran setan ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak tanda yang dihadirkan Yesus kepada banyak orang. Melalui peristiwa semacam Yesus berkenan untuk menyatakan kehadiranNya sebagai Allah sendiri. Tetapi anehnya, mereka masih tidak percaya bahkan menuduh bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Rupanya kecenderungan orang banyak di zaman itu, tidak jauh berbeda dengan kecenderungan orang percaya masa kini. Kecenderungan yang terus menggejala bahkan dilakukan oleh orang yang menyebut diri sebagai “Orang Kristen sejak lahir Lik La ( Cilik Mula). Keraguan dan ketidakpercayaan terhadap Yesus yang adalah Tuhan kerap mewarnai perjalanan hidup orang percaya. Keyakinan dan kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan sering tergantung pada “Tanda”. Tanda dari sorga yakni mukjizat. Dengan kata lain, kehidupan keimanan orang Kristen sekarang hanya bergantung pada adanya mujizat. Kalau tidak ada mujizat (Kejadian yang luar biasa, yang melampaui keterbatasan akal pikiran dan manusia), maka Tuhan dianggap tidak hadir. Sebaliknya kalau ada mujizat, itu pertanda Tuhan hadir.

Bahkan dalam kehidupan bergereja, orang Kristen saat ini mulai memilah. Gereja yang ada mujizatnya atau mengalami kejadian-kejadian yang dianggap yang luar biasa dalam peribadatan atau dalam kehidupan anggota gerejanya, mengindikasikan bahwa gereja tersebut dipenuhi oleh Roh Kudus dan kuasa Tuhan. Di gereja tersebut Tuhan hadir. Sementara gereja yang tidak ada mujizatnya, dianggap hanya organisasi biasa dan Tuhan tidak hadir di sana. Pendek kata, iman Kristen seringkali hanya tergantung pada adanya mujizat. Adanya mujizat dianggap tanda bahwa iman bertumbuh dan dewasa. Sangat ironi. Padahal kita bisa hidup dan bernafas pun sebenarnya sudah merupakan suatu mujizat dari Tuhan.

Bila kita membaca Lukas 11:29-32 maka kita akan dapati bahwa Yesus menyebut orang-orang yang meminta tanda sebagai Angkatan Yang Jahat.

Firman Tuhan ini mau mengingatkan kita bahwa memang keraguan dan ketidakpercayaan sering melanda perjalanan hidup keimanan kita. Namun kita diingatkan hendaknya kepercayaan kita kepada Yesus Kristus yang adalah Tuhan tidak bergantung pada tanda.

Jika kita percaya hanya kalau ada tanda saja maka kita tidak ubahnya seperti orang Kristen yang dewasa namun sifatnya kekanak-kanakan. Orang Kristen menggantungkan iman hanya pada tanda-tanda. Iman yang dewasa sesungguhnya adalah iman yang bertumbuh secara wajar dalam segala bentuk kehidupan yang dijalani. Iman seperti itulah yang langgeng dan bertahan. Realita menyaksikan kepada kita betapa banyak orang Kristen yang jatuh hanya karena merasa tidak mengalami kejadian yang dianggap luar biasa dalam perjalanan kehidupannya. Padahal Tuhan Yesus pernah berkata, “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yohanes 20:29).

Biarlah perjalanan hidup kita dengan segala dinamikanya terus mengokohkan iman kita. Iman yang menguatkan kita untuk mempercayakan hidup ini kepada Dia, Yesus yang adalah Tuhan.

Tuhan kiranya memberkati dan memampukan kita. Amin.

Pertanyaan untuk digumuli.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa satu-satunya ciri gereja yang dikaruniai Roh Kudus adalah terjadinya mukjizat-mukjizat di gereja tersebut. Bagi saudara apakah pernyataan itu tepat? Berikan alasannya!
Menurut anda bagaimana bentuk karya Roh kudus yang bisa kita rasakan dalam hidup kita? Apakah hal tersebut tergolong mukjizat ?

Pdt. Kristian Handoyo Murti


Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.