HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                             OKTOBER I


Bacaan : Filipi 1: 15 – 21
Tema Liturgis : Ketaatan Membangun Persekutuan
Tema PA : Melayani dalam berbagai situasi dan kondisi

Keterangan Teks

Yang penting Injil diberitakan. Karena jelas apa misi yang diembannya, Paulus siap menanggung apa saja agar misi itu tercapai. Misi itu ialah Injil diberitakan ke seluruh dunia. Kesulitan dan penderitaan tidak menyurutkan niat dan kegiatannya, bahkan ia melihat semua halangan tadi menjadi sarana untuk kemajuan Injil (Filipi 1: 12).

Paulus bukan sekadar optimis, tetapi realistis. Keadaannya di penjara tidak membuat pekabaran Injil terhambat. Ia bisa memberitakan Injil kepada orang-orang di penjara, juga kepada pengawal dan pegawai istana di mana penjara itu berada. Lebih daripada itu, Paulus melihat akibat pemenjaraannya itu, orang lain semakin giat menginjili (ayat 14). Ada orang yang dikuatkan imannya untuk lebih setia dan mau melayani Tuhan karena kesaksian keteguhan iman Paulus. Namun ada juga orang yang sengaja ber-PI untuk memperberat situasi Paulus. Hal itupun bagi Paulus dianggap “telah menghasilkan” kemajuan bagi pemberitaan Injil (ayat 17).

Penjara tidak dapat menghalangi Injil diberitakan, dihayati, dan dinikmati. Itulah realitas yang difahami oleh Paulus. Realitas hidup orang percaya pada jaman sekarang ini sesungguhnya juga mengemban misi yang sama seperti apa yang emban oleh Paulus. Yaitu terus mengabarkan Injil melalui kesaksian-kesaksian (lakuning urip) dalam hidup yang dijalani dan kegiatan-kegiatan bersama dalam persekutuan yang dimaksudkan sebagai sarana bersaksi. Namun situasinya, orang percaya pada jaman sekarang ini, yang hidup dalam lingkungan keyakinan majemuk, gerak dan langkahnya dalam melaksanakan misi juga terpenjara (bukan dalam arti yang sebenarnya). Aturan yang tersirat (bukan tertulis) dalam masyarakat menjadikan gerak mereka terbatas dan bahkan dalam lingkup keterbatasan itu masih disusupi dengan benih-benih pemecah belah sehingga baik dari dalam maupun dari luar persekutuan yang mereka miliki selalu dibayangi ancaman di setiap saatnya. Harapannya misi pekabaran tentang kerajaan Allah dapat secara total berhenti dan ditiadakan.

Realita Hidup dan Penerapan

Mengacu dari pengalaman hidup Paulus. Dia adalah tokoh yang konsisten dengan pendirian dan kuat dalam tanggungjawab melaksanakan tugas misi pekabaran Injil. Walau berbagai-bagai keprihatinan dalam hidup silih berganti datang, namun pekabaran Injil tetap harus dilaksanakan. Dan jargon kita adalah omah gentheng saponana, abot entheng lakonana. Dalam artian kita memiliki kewajiban meneruskan perjuangan Paulus untuk mengabarkan injil dan memelihara persekutuan dalam segala situasi dan kondisi hidup. Baik itu secara pribadi maupun secara bersama dalam persekutuan di jemaat dan gereja

Untuk dapat memperkuat semangat pelayanan dan persekutuan kita, ada beberapa hal yang dapat kita renungi:

Kesulitan dan keprihatinan yang kita alami, dalam cara pandang kita akankah itu dapat menjadi penghambat? Kalau ya, bagaimana kita dapat membaliknya supaya menjadi pendorong dan penyemangat dalam menjalankan kewajiban bersaksi, berpelayanan baik secara pribadi atau secara komunal (persekutuan)?
Kita sadar bahwa dalam perkumpulan apapun, termasuk dalam persekutuan di jemaat ada benih-benih perpecahan di dalamnya. Tentunya kalau benih itu tumbuh subur akan sangat menghambat gerak pelayanan kita sebagai persekutan. Sikap dan tindakan seperti apa yang harus kita ambil supaya benih itu tidak berkembang? Sehingga yang terus tumbuh bukan perpecahannya tapi sukacita pelayanan dan semangat kebersamaan dalam berpelayanan.


Pdt. Teguh Hadi Saputro                                                                             

Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.