HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

                                                                                                                   OKTOBER II


Bacaan : Ulangan 10 : 10 22
Tema Liturgis : Hidup Penuh Kasih dan Kudus
Tema PA : Yang muda penuh bakti, penuh cinta, yang muda mengabdi.


Keterangan Teks

Maka sekarang mengawali bagian penutup dari bagian utama pidato Musa, Takut akan Tuhan mengasihi Dia. Tuntutan perjanjian yang mendasar dan mencakup segala sesuatu diulangi kembali di sini. Takut yang sesungguhnya dan kasih sejati kepada Allah merupakan dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan tanggapan tulus dari hati terhadap keagungan dan kemurahan Allah, dan secara berturut-turut serta bersamaan keduanya menghasilkan pengabdian dengan segenap hati dalam ketaatan bagi seluruh hal yang berkenan bagi Allah.

Takut Allah bukan berarti ketakutan yang memaksa diri untuk lari, menghindar dan bersembunyi dari hadapanNya. Namun lebih kepada kapatuhan terhadap ketetapan yang diberikan Allah bagi manusia supaya baik keadaannya (tidak cemar, kotor namun kudus dan dikenan Allah). Kasih terhadap Allah terwujud pada bakti dan pengabdian akan setiap tugas dan tanggung jawab yang wajib dilakukan bagi setiap umat dalam misi memuliakan nama-Nya. Maka dari itu benarlah kalau kita menyebut bahwa takut yang sesungguhnya dan kasih sejati adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.

Realitas Hidup dan Penerapan

Dengan begitu, bakti, cinta dan pengabdian adalah juga hal yang tidak dapat dipisahkan. Bakti dan cinta kita kepada Allah tidaklah dapat ditunjukan hanya secara verbal saja, namun harus terwujud pada sebuah pengabdian yang nyata yang dapat dilihat dan dirasakan, sebab kasih Allah kepada manusia tidak hanya secara verbal namun juga nyata dapat dirasakan, dilihat dan dinikmati oleh manusia.

Berarti melalui pidato Musa tersebut, ada harapan besar dari Allah bagi umatnya supaya tidak hanya menikmati kasih Allah itu sendiri saja, namun mewujudnyatakan kasih Allah supaya dapat dirasakan bersama-sama dengan sesama ciptaan. Hal berikut harapan Allah yang diwajibkan bagi umat adalah memuliakan namaNya dengan perilaku hidup kudus yang dapat disaksikan oleh orang lain. Sehingga orang lain yang menyaksikannya, baik langsung maupun tidak langsung juga turut memuliakan nama Allah.

Pertanyaan untuk dipergumulkan

Sejauhmana pemahaman kita tetang perilaku hidup kudus yang dimaksudkan oleh Musa?
Untuk mewujudkan kasih sejati dan takut yang sesungguhnya kepada Allah, bakti dan pengabdian yang bagaimanakah yang dapat kita lakukan bagi-Nya, baik di dalam lingkup gereja dan di luar lingkup gereja?

Pdt. Teguh Hadi Saputro

                                                                                       
Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.