HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab
                                                                                         SEPTEMBER II



Bacaan : Markus 11: 12-25
Tema :
Firman Allah Mendasari Sikap dan Tindakan Umat
Penjelasan Teks
Kutukan terhadap pohon ara dan pembersihan Bait Allah

Dibaca sekilas, kisah Yesus dengan pohon ara (ay. 12-14 dan 20-21), merupakan kisah yang paling aneh dalam Injil. Tidaklah sesuai dengan sifat Yesus untuk mengutuk pohon ara hanya karena tidak menghasilkan buah. Lagi pula, jika maksud memasukkan rincian bahwa “waktu itu bukan saatnya berbuah” (ay. 13). Yesus tampak lebih tidak masuk akal lagi, dan kejadian itu menjadi lebih sukar dipahami.

Dua kunci diperlukan untuk menguraikan kisah yang aneh ini. Pertama, pembaca Injil Markus hendaknya ingat bahwa pohon ara adalah gambaran yang lazim dalam Pejanjian Lama untuk bangsa Israel, misalnya Hosea 9: 10. Maka, kutukan Yesus terhadap pohon itu melambangkan kemarahan-Nya terhadap bangsa Israel. Akan tetapi mengapa Yesus mengutuk Isarel pada drama Injil ini? Ingat, bahwa orang-orang baru saja menyambut-Nya dengan meriah di Yerusalem.

Kunci kedua, untuk memahami bagian ini adalah konteksnya yang langsung, yang mengungkapkan kemarahan Yesus yang mengusir para pedagang dan pembeli di halaman Bait Allah. Mereka telah mengotori apa yang dimaksudkan sebagai “rumah sembahyang untuk segala bangsa diubah menjadi sarang penyamun” (ay. 17, mengutip dari Yesaya 56: 7). Akhirnya pembaca Injil Markus dapat melihat mengapa Ia menggabungkan kutukan pohon ara dengan pembersihan Bait Allah. Pohon ara yang kering melambangkan sisi tak berbuahnya ibadat bangsa Israel pada zaman Yesus.

Bagian ini mungkin menantang pembaca Injil Markus untuk mengevaluasi kedalaman iman mereka. Berlawanan dengan upacara lahiriah dari Bait Allah lama, Markus mengharapkan bahwa mereka hendaknya memiliki iman yang dalam terhadap Allah, yang dapat memindahkan gunung itu (ay. 22-23). Dalam ay. 23-24, Yesus menggunakan bahasa yang berlebihan untuk mengatakan bahwa berkat iman dan doa, umat-Nya akan dapat melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil, maupun juga menerima apa yang mereka minta dalam doa. Ingat, gambaran yang berlebihan semacam itu dalam Markus 10: 23.

Yesus dan Gereja Perdana yakin terhadap kuasa doa yang tidak terbatas. Tampaknya satu-satunya yang tidak diharapkan oleh pembaca Injil Markus dalam doa adalah dibebaskan dari ambil bagian dalam jalan penderitaan Yesus.

Markus menutup gambaran mengenai kesalehan sejati dengan mengatakan bahwa barang siapa yang berdoa untuk pengampunan bagi mereka yang telah menghina mereka sebagai balasan akan diampuni oleh Bapa yang di sorga (ay. 25).


Pertanyaan untuk digumuli


Bagaimana kalau kita mengutuk seseorang dalam hidup ini? Diperbolehkan atau tidak? Coba jelaskan pendapat Anda? Bagaimana Anda bersikap menghadapi orang yang memusuhi Anda?


Pdt. Didik Prasetyoadi Mestaka


Sumber: https://gkjw.or.id

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.