HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

Bahan PA 4.

“BERIBADAH: MENGASIHI SESAMA, KHUSUSNYA YANG MISKIN ATAU LEMAH”

(Yakobus 2: 1-13)

   
Surat Yakobus (termasuk salah satu surat dari ketujuh surat am-suratKatolik-, surat yang ditujukan kepada para jemaat secara umum) ditulisdi bawah situasi kehidupan jemaat yang tertekan karena perlakuan-perlakuan diskriminatif penguasa dan tekanan ekonomi. Saat itu penguasa lebih menghargai uang daripada persekutuan. Karena itu,perhatian utama surat Yakobus ditujukan untuk kesatuan jemaat dengan mengajak mereka kembali mempraktikkan kehidupan jemaat yang benar.Salah satu tema Kitab Yakobus adalah tentang kekayaan. Waktu itu,umumnya penindas orang Kristen dan para penguasa adalah orang-orang kaya, sedangkan anggota jemaat pada umumnya miskin. Seharusnya dalam keadaan seperti itu, umat Kristen tidak boleh terjebak dalam ukuran dunia, yang menjadikan harta kekayaan sebagaitolok ukur penilaian (Bambang Subandrijo, 2005).Di dalam kehidupan keseharian, sadar atau tidak seringkali manusia menilai atau menghargai atau menghormati sesamanya berdasarkan kekayaan, pendidikan, kedudukan, kekuasaan atau jabatan. Sikap memandang muka atau pilih kasih seakan tidak asing lagi di tengahkehidupan umat manusia. Bagaimanakah sikap kita sebagai orang beriman dalam mengasihi sesama? Apakah kita mengasihi sesama dengan memandang muka? atau mengasihi mereka yang miskin/lemah seperti diri kita sendiri?Nah, bagaimanakah seharusnya orang yang beriman kepada Yesus Kristus mengamalkan imannya dalam mengasihi sesama? Dengan pertolongan dan bimbingan Tuhan, marilah kita sama-sama mendiskusikannya. Tuhan memberkati.

PERTANYAAN PENGAMATAN

1.Menurut Yakobus, bagaimanakah seharusnya orang yang beriman mengamalkan iman dalam hidupnya?
2.Bagaimana ilustrasi atau gambaran yang diberikan Yakobus mengenai orang yang memandang muka terhadap sesama?
3.Apa yang dikatakan Yakobus tentang orang yang memandang muka menurut ayat 4?
4.Siapakah yang dipilih Allah untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan-Nya?
5.Siapakah yang menindas dan menyeret jemaat ke pengadilan serta menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya jemaat menjadi milikAllah?
6.Bagaimana sikap jemaat yang dianggap berbuat kebaikan? Dan bagaimana pula sikap jemaat yang dianggap berbuat dosa serta melanggar hukum yang utama?
7.Bagaimana kesaksian Yakobus mengenai kesatuan hukum Allah?
8.Bagaimanakah Yakobus memberikan nasihat terkait dengan hukum dan masalah penghakiman?

PERTANYAAN PENDALAMAN

9.Di dalam ayat 1, Yakobus mengatakan“sebagai orang yang beriman
kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu
amalkan dengan memandang muka”  . Menurut saudara, apakah yang dimaksud dengan “memandang muka”?
10.”Allah justru memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh duniauntuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-
Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia”
(ay. 5).Bagaimana pemahaman saudara mengenai ayat tersebut? (lih. Luk.6:20, Mzm 69:34); Apakah semua orang yang dianggap miskin menjadi ahli waris Kerajaan Allah?; Apakah Allah tidak berkenan pada orang kaya?
11.Apabila kita mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri(menaati hukum), maka kita berbuat baik. Tetapi, jika kita memandang muka (melanggar hukum), kita berbuat dosa (ay. 8-9).Setujukah saudara? Mengapa demikian?
12.Hukum kasih merupakan inti dari hukum Taurat (Mat. 22: 36-40). Jika kita mengasihi sesama dengan pembedaan/favoritisme maka kita dianggap melanggar hukum ”Sebab barangsiapa menuruti 10 seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya”
(ay. 10). Setujukah saudara? Jelaskan maksud pernyataan tersebut
13.Garis besar yang dapat dipelajari dalam surat Yakobus pasal 2adalah hendaknya iman di dalam hidup bersama disertai dengan perbuatan baik. Oleh sebab itu di ayat 12 dan 13, Yakobus antaralain memberi nasihat:
”berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. Belas kasihan akan menang atas penghakiman”
. Bagaimana pemahaman saudara tentang ayat tersebut?

PERTANYAAN PENERAPAN

14.Tanpa disadari dalam keseharian seringkali orang Kristen memandang muka terhadap sesama. Mungkin dari sikap atau perkataan, mereka dapat berpura-pura namun bagaimanakah dengan hati? Terkadang mereka lebih senang jika berteman atau bergaul dan menyapa orang yang sukses atau mempunyai kedudukan atau kekuasaan dan sebaliknya tanpa disadari memandang remeh/rendah orang yang miskin/lemah. Pernahkah saudara menghadapi atau memperhatikan hal tersebut terjadi disekeliling saudara dan bagaimana caranya agar saudara terhindar melakukan hal tersebut dalam menjalani kehidupan ini?Sharingkan
15.Krisis ekonomi yang berkelanjutan mengakibatkan masyarakat yang menderita terus bertambah. Menurut saudara sudahkah Gereja pada umumnya dan GKI Bogor Baru atau GKI Pengadilan Bogor pada khususnya melakukan tugas pelayanannya dalam mengasihi sesama, khususnya yang miskin dan lemah, dengan ikut serta memikirkan jalan keluar untuk mengatasi kemiskinan secara mendasar? Sharingkan
16.Kasih yang tulus adalah kasih yang tidak pandang bulu dalam memilih objek kasih. Kasih harus bersifat adil dan tidak menghakimi. Sebagai orang beriman, kita harus taat sepenuhnya kepada hukum Allah, penuh belas kasihan, dan mengasihi sesama khususnya yang miskin atau lemah. Sanggupkah kita melakukannya? Dengan pertolongan Tuhan kita dimampukan untuk melakukannya dalam kehidupan hari lepas sehari. Amin.


Sumber: Bahan PA Yakobus-GKI Bogor Baru

 

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.