HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

DESEMBER I 2015

  Bacaan : Maleakhi 3: 1-6
Tema Bulanan : Sukacita mengabdi Allah

Penjelasan Teks

Sesudah kembali dari pembuangan di Babel (seperti yang dinubuatkan beberapa abad sebelumnya oleh Deutero Yesaya dan Yeremia), dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem (515 SM), keadaan bangsa Israel belum menjadi lebih baik. Sehari-hari masih dijumpai orang miskin, orang susah, penindas orang lemah dan perilaku munafik para agamawan. Umat Tuhan sebagian mulai kehilangan semangat panggilannya. Kesulitan ekonomi menjadi alasan banyak orang tidak lagi sungguh-sungguh melakukan, memberlakukan hukum-hukum Tuhan dalam hidup mereka. Ini dapat dilihat dari bagaimana mereka tidak memperhatikan peribadatan yang benar: Imam-imam sibuk mencari pemenuhan hidup sehingga tidak menjaga kekudusan peribadatan dan mengajar kehendak Tuhan secara sungguh-sungguh kepada umat. Dibiarkan saja umat membawa persembahan tidak layak (Mal 1:6-12) dan jenuh dengan kehidupan rohani (Mal 1:13). Umat tidak lagi menghormati kekudusan perkawinan (kawin campur, perceraian), adanya Kekerasan dalam Rumah tangga /KDRT (Mal 2:13) dan tega menindas sesamanya yang miskin (Mal 3:5).
Dimanakah Allah yang menghukum (Mal2:17)? Ini adalah indikasi umat cepat mempersalahkan Allah atas sesuatu (penderitaan) yang mereka alami, yang sebenarnya adalah hasil perbuatan jahat mereka sendiri. Allah dituntut bertanggung jawab atas keadaan buruk yang sedang mereka alami meskipun itu bukanlah hasil perbuatan Allah.
Atas gugatan ini, Tuhan menjawab mereka dan berjanji akan datang kepada mereka, Ia sendiri akan datang mengkuduskan (memurnikan, membersihkan) dan menghakimi mereka. Ini dilakukan Tuhan sendiri agar Umat dapat tetap hidup dan keturunan Yakub tidak lenyap untuk selama-lamanya. Sebelum semuanya itu terjadi Tuhan mengutus lebih dulu “utusan” untuk mempersiapkan kedatangan-Nya. Inilah pesan penting dalam Maleakhi 3: 1-6

Arti dan makna teks dalam Perjanjian Baru

Perjanjian Baru memaknai teks Mal 3:1-6 adalah nubuat akan kelahiran Yesus Kristus, yang adalah Allah sendiri dalam diri rupa insan. Dan berita kedatangannya diberitakan oleh “utusan-Nya“ yaitu Yohanes Pembaptis (lih. Yes 40:3-5, Mat 3:3, 11:10-11, Mark 1:2-3, Luk 1:76, Yoh 1:23). Ia mempersiapkan jalan dengan mengajak umat untuk bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat.
“Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke Bait-Nya” (Mal 3 : 1). Perjanjian baru mengimani bahwa Tuhan hadir dengan perantaraan Anak-Nya di zaman akhir (Ibr 1:1-2, Luk 2:45-46). Malaikat/ utusan Perjanjian yang dikehendaki adalah Mesias yang dijanjikan, sebab Ia membawa Perjanjian Baru (Ibr 8:6-13).
Ia datang untuk menguduskan. Konflik Yesus dengan para imam, ahli Taurat dan orang Farisi banyak terjadi di Bait Allah. Ia menyucikan Bait Allah dan mengajarkan persembahan yang benar (Yoh 2:13-16, Mat 21:12-16). Dan di Bait Allah, Ia menegur dengan keras orang-orang munafik, sombong, penipu, koruptor dan penolak kebenaran (Mat 23:1-36). Dia menangisi Yerusalem (Mat 23:37-38) dan menubuatkan kehancuran Bait Allah (Mat 24:1-2) oleh tentara Romawi yang terjadi pada masa berikutnya (70 M).
Yesus akan mendirikan bait Allah yang baru dalam arti rohani (Ef 2:19-22). Dia tidak hanya memurnikan tindakan umat, tetapi juga pemikiran mereka (Mat 5:21-22,27-28;6:19-23). Di Bait Allah yang baru dan dalam penyembahan yang benar (Yoh 4:21-24) persembahan Yehuda dan Yerusalem akan diterima Allah.
Allah menawarkan Yerusalem baru yang adalah Kerajaan rohani Allah, gereja (Gal 4:25-31;Ibr 12:22-23), Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (Kol 1:13) yang terus memberikan korban yang benar kepada Allah (Ibr 13:15-16).
Misi Yesus Kristus datang bukan untuk menghakimi, tetapi menyelamatkan (Yoh 3:16-18). Tetapi ketegaran hati untuk tidak mau bertobat dan penolakan Anak Allah berakibat kehancuran Yerusalem fisik dan penghakiman yang terakhir untuk hari terakhir (Mat 22:1-14). Di manakah Allah yang menghakimi? Orang percaya akan menjawab ‘kami menemukan jawaban dalam diri Yesus dari Nazaret’.

Pemahaman Alkitab: Tetap memilih yang benar dan melakukan yang terbaik untuk Tuhan.

Pemimpin PA

Tetap Memilih yang benar meski tidak mudah dilakukan


Ajaklah warga bercerita pengalaman mengurus pembuatan KTP-KK, SIM dan perpanjangan STNK. Bagaimana prosedur kepengurusannya, antriannya, lamanya proses dan biayanya. Bagaimana sikap mereka manakala melihat selalu ada orang-orang yang diperlakukan “istimewa” dan dipermudah dengan berbekal kedudukan, kenalan atau sogokan uang?

Biarkan mereka berkomentar tentang kebiasaan yang sudah umum di masyarakat kita: “asal ada uang semua bisa lancar”, “jika punya kenalan orang dalam pasti tidak sesulit ini”, “lek pengin cepet, nari dhuwite –wani pira”? ……..

Coba sekarang dibalik, jika itu kita yang diberi kemudahan, apa kita tidak senang antrian untuk kita didahulukan dan diperlakukan khusus?

Penekanan makna teks

Dalam kehidupan rohani. Israel merasa diri sebagai umat istimewa, berasal dari bapak leluhur Abraham. Keyakinan ini membuat mereka merasa sudah pasti mendapatkan hak-hak istimewa turun-temurun dari Allah meski kehidupan mereka tidak seperti perilaku Abraham ketika hidup. Keyakinan seperti ini membuat mereka merasa aman dan nyaman meski tidak melakukan tugas panggilan sebagai umat yang kudus!

Dalam sejarah perkembangan warga GKJW ada penyebutan istilah “Kristen Lik-lo” dan “Kristen Telukan”. Kristen Lik-lo adalah orang yang menjadi Kristen (beragama) Kristen karena lahir dari keluarga Kristen dan lainya adalah orang Kristen karena perkawinan dengan pasangan Kristen atau karena kesadaran sendiri.
Apakah penggunaan istilah ini ada maksud pembedaan perlakuan pelayanan bagi warga di gereja kita, atau bahkan ini dapat menjadi alasan salah satu pihak untuk merasa lebih tinggi kedudukannya dari yang lainnya? (bdk. Luk 3:7-8)

Bagaimana sikap Pejabat gereja (Pendeta, Penatua, Diaken dan Guru Injil) menanggapi permintaan beberapa warga yang “nyeleneh” agar keinginan mereka dapat dipenuhi tanpa perlu melalui prosedur yang diatur oleh pranata gereja GKJW:
a.Pelaksanaan Perkawinan anak mereka dapat dipercepat tanpa lapor perkawinan dan katekisasi yang telah disepakati bersama dalam keputusan Majelis alasan kesibukan kerja dan urusan masing-masing?
b. Sidhi tanpa perlu repot katekisasi alasan banyak hari les, kegiatan sekolah..ujian. de el el
c. Perjamuan kudus tanpa cawisan, pelayanan ibadah ala kadarnya, tanpa persiapan sungguh-sungguh, “Ibadah/kotbahnya waktunya singkat saja Pak/Bu Pendeta”?

Memaknai persembahan layak dan kudus.
Bisa dipilih:
5.1. Ajaklah warga merencanakan masa depan anak-anak mereka yang berpotensi. Ilustrasi anak 4 …1 ..jadi Dokter…, anak ke.2 …Manajer, anak ke…3 PNS, anak ke … Perhatikan Jurusan studi dan bidang pekerjaan apa yang akhirnya paling diminati bahkan orang tua tidak segan-segan mengeluarkan biaya besar untuk merealisasikannya. Apa alasannya?(Apakah pilihan menjadi Pendeta menjadi salah satu pilihan favorit atau tidak? Biasanya anak yang berpotensi dan berprestasi kebanyakan diarahkan ke bidang lain yang lebih memiliki masa depan cerah diukur dari gaji, karir dan bergengsi. Padahal, jika kita ingin GKJW menjadi lebih baik diawali dari mempersembahakan putra-putri terbaik kita untuk membangun GKJW).
5.2. Ajaklah warga menanggapi rumus :
a.Pendapatan – Kebutuhan hidup = Tabungan
b. Pendapatan – Tabungan = Kebutuhan hidup
Mengapa menabung harus menjadi prioritas penting pada zaman sekarang? Bagaimana dengan rumus persembahan kita (hidup kita) kepada Tuhan?

Nyanyian: KJ No. 400 : 3/ KPK 187

Doa Penutup

Pdt. Patria Yusak


 

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.