HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

JANUARI II

 


Bacaan : Nehemia 8:1-19.

Tema Bulan Penciptaan: “Kuasa Kristus Memulihkan Semua Ciptaan”.

Tema PA : “Pakailah aku menjadi alat pemulihan-Mu”

Tujuan :

Warga jemaat mengetahui bahwa setiap orang memiliki profesi di bidang yang berbeda (bidang keagamaan, politik, ekonomi, kebudayaan, dll.). Dengan profesinya, seseorang dapat berperan atau berfungsi membangun kehidupan bersama.
Warga jemaat memahami bahwa untuk menumbuh kembangkan diri dan sesama ciptaan, dibutuhkan sikap saling menghargai, akomodatif, dan bukan diskriminatif.
Warga jemaat melatih diri selalu mencari solusi terbaik supaya dapat berfungsi dan berperan positif secara optimal dalam kehidupan yang utuh, sebagai bagian dari sesama ciptaan-Nya.

Keterangan Teks:


Ayat 1 dst: Nehemia sebagai kepala daerah, seorang pemimpin politik; sedangkan Ezra sebagai imam dan ahli kitab, seorang pemimpin agama. Seorang ahli kitab di jaman itu merupakan profesi kombinasi antara hukum, notaris, sarjana, dan konsultan. Ahli kitab berada di antara orang paling terdidik, karena itu mereka adalah para guru. Tak diragukan bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan lagi seperti di jaman Daud, tapi kali ini akan ditandai dengan pemberontakan melawan raja Persia. Alternatif terbaik adalah memisahkan kepemimpinan antara Nehemia dan Ezra.

Ayat 1-5: Kitab Taurat Musa adalah kelima kitab pertama dalam Alkitab. Umat mendengar dengan penuh perhatian kepada Ezra ketika ia membaca Kitab Taurat Musa, dan hidup mereka berubah. Karena kita sering mendengar Firman Allah, mungkin kita menjadi jemu dan kebal (imun) terhadap ajaran-ajaran-Nya. Untuk itu, perlu kita membacanya dan mendengarnya dengan penuh perhatian setiap ayat, dan memohon Roh Kudus menolong kita untuk menjawab pertanyaan: ‘Bagaimana menggunakan Firman Allah ini bagi hidup saya?’

Ayat 9: Ezra, bukan Nehemia, adalah pemimpin resmi agama. Sedangkan Nehemia adalah seorang awam, bukan seorang anggota pendiri agama atau seorang nabi. Ia dimotivasi oleh hubungannya dengan Allah, dan ia mencurahkan hidupnya untuk melakukan kehendak Allah di dunia sekuler. Dengan demikian peran umat menjadi krusial (penting sekali) bagi pekerjaan Allah di semua aspek kehidupan. Bukan soal apa profesi, pekerjaan, atau peran anda dalam hidup, yakinilah bahwa semua itu sebagai panggilan khusus dari Allah untuk melayani-Nya.

Ayat 9-10: Umat menangis saat mereka mendengar Taurat Allah, sebab mereka sadar bahwa mereka tidak taat pada Taurat-Nya. Tetapi Ezra memberitahu mereka bahwa sebaiknya mereka bersukacita di hari yang kudus ini, yakni hari raya Pondok Daun dan untuk berbagi makanan serta berpesta. Sering terjadi, saat kita berhari raya dan berbagi makanan dengan sesama, kita dikuatkan secara rohani dan diisi dengan sukacita. Sambutlah hari raya dengan memuliakan Allah dan biarkan Ia mengisi anda dengan sukacita-Nya.

Ayat 13 dst: Setelah Ezra membaca Taurat-Nya untuk umat, selanjutnya mereka mempelajarinya dan kemudian mempraktekkannya. Pembacaan yang cermat pada Kitab Suci selalu mengundang respon untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Apa yang sebaiknya harus aku lakukan berdasarkan bacaan ini? Bagaimana saya harus mengubah hidup saya? Kita harus melakukan sesuatu berdasarkan apa yang kita baca dan dengar, jika hal itu mempunyai nilai konkrit yang sangat penting bagi hidup kita.

Ayat 14-17: Selama 7 hari pada Hari Raya Pondok Daun, umat tinggal di tenda yang terbuat dari ranting-ranting dan daun-daun. Perayaan ini diadakan sebagai sebuah peringatan bahwa Allah telah menolong dan menuntun mereka dalam perjalanan dari Mesir serta tinggal di pondok-pondok daun di padang gurun (Imamat 23:43). Mereka mengenang pemeliharaan, perlindungan, dan bimbingan Allah selama bertahun-tahun, selama mereka mengembara dan ternyata bahwa Allah masih tetap menjaga dan membimbing mereka jika mereka taat kepada-Nya. Perayaan ini adalah sebuah kesempatan untuk mengingat kembali asal-usul mereka, dari mana mereka berasal/ datang. Hal semacam itu membantu kita mengingat asal-usul kita agar kita dapat menghargai di mana kita berada sekarang ini. Ingat kembali dalam hidup anda, untuk melihat kapan dan di mana Allah membimbing anda. Kemudian bersyukurlah kepada Allah untuk kelanjutan karya-Nya yang menjaga anda dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan anda.

Realitas kehidupan kini dan penerapan:

Banyak orang memiliki profesi dengan tujuan memperoleh gaji/upah. Hal ini menunjukkan bahwa pada umumnya orang berkonsentrasi pada dirinya saja dan prioritas hanya bagi diri sendiri.
Profesi memiliki manfaat ganda yakni bagi kesejahteraan diri orang yang berprofesi tersebut dan kesejahteraan bagi sesama manusia serta alam, yang semuanya itu diciptakan oleh Allah. Untuk itu, apapun profesi kita seharusnya berdampak optimal bagi pembangunan manusia dan lingkungannya secara utuh.

Pertanyaan-pertanyaan untuk digumuli bersama

Apa profesi anda? Tolong jelaskan manfaat profesi anda bagi anda sendiri (juga keluarga anda), dan adakah dampak dari profesi anda bagi kesejahteraan sesama manusia dan alam?
Bagaimana anda mewujudkan sikap saling menghargai, akomodatif (bisa menerima), dan tidak diskriminatif (membeda-bedakan)?
Apa komentar anda tentang orang yang berprofesi hanya untuk memperoleh upah guna memenuhi kebutuhan finansial hidupnya sendiri?


Pdt. Em. Sri Hadijanto.
 

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.