HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab
 

                                                                                                           JUNI 2016 (I)
 

Bacaan  : Galatia 2:15-21
Tema   : Keluarga Kristen yang melayani

Keterangan Teks

Kitab ini adalah sebuah surat yang ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Galatia (sekarang di wilayah negara Turki). Orang-orang Galatia adalah orang-orang yang berasal dari suku bangsa Keltik yang masa itu tinggal di Asia Kecil. Surat ini ditulis oleh Paulus dengan alasan tertentu. Paulus diberitahu bahwa jemaat di Galatia dikacaukan oleh pengajaran yang sesat. Surat Paulus ini juga ditulis di tengah-tengah hangatnya pergumulan di komunitas Yahudi pada saat itu. Orang-orang Yahudi ingin men-Yahudi-kan segala jemaat dan mereka memasuki juga jemaat yang didirikan oleh Paulus. Hal ini mendapat perlawanan dari Paulus.

Setelah Injil tentang Yesus mulai diberitakan dan diterima di antara orang-orang bukan Yahudi, timbullah pertanyaan apakah untuk menjadi seorang Kristen yang sejati orang harus mentaati hukum agama Yahudi. Paulus mengemukakan bahwa hal itu tidak perlu. Sesungguhnya satu-satunya dasar yang baik untuk kehidupan Kristen adalah percaya kepada Kristus. Dengan kepercayaan itu hubungan manusia dengan Tuhan menjadi baik kembali. Tetapi orang-orang yang menentang Paulus telah datang ke jemaat-jemaat di Galatia, yaitu sebuah daerah di Anatolia Pusat di Asia Kecil. Mereka berpendapat bahwa untuk berbaik kembali dengan Tuhan, orang harus melaksanakan hukum agama Yahudi.

Orang Yahudi  itu mencoba meyakinkan orang-orang Galatia bahwa keselamatan harus dikerjakan dengan jalan menaati Hukum Taurat. Paulus pun mendapat cobaan dan tantangan dalam halam hal ini. Mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk menghasut orang-orang Galatia untuk melawan Paulus, dengan menghasut kerasulannya. Paulus memang tidak diteguhkan menjadi rasul oleh rasul dan dia juga tidak menjadi murid Yesus ketika Yesus hidup. Bahkan Paulus tidak pernah melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri. Hal inilah yang dipertanyakan oleh orang yang menghasut. Dari isi surat Galatia ini, kita dapat menyimpulkan bahwa usaha tersebut hampir berhasil (1:6). Oleh karena itu, Paulus bereaksi dengan tegas, emosional, dan terus terang, tetapi juga memiliki argumen yang kuat.

Paulus berpendapat bahwa tuntutan agar orang-orang bukan Yahudi yang telah bertobat tunduk terhadap Taurat telah merusak pesannya bahwa manusia dibenarkan karena imannya di dalam Kristus, bukan karena melakukan Taurat.

Inti perkataan Paulus dalam Surat Galatia dan Roma yang mengatakan bahwa Allah menganggap orang yang percaya kepada Kristus sebagai orang benar hanya karena imannya, sekalipun ia adalah orang berdosa. Kebenaran diberikan kepadanya, dinyatakan sebagai orang benar oleh karena anugerah Allah. Paulus menolak paham yang menekankan Hukum Taurat. Para penentang Paulus menekankan agar orang-orang non-Yahudi yang menerima Yesus sebagai Mesias harus terlebih dahulu menjadi orang Yahudi dan menaati hukum-hukum yang dipaparkan dalam Kitab Suci. Sedangkan Paulus mempertahankan bahwa cerita Kitab Kejadian mengenai Abraham menunjukkan bahwa yang dituntut dari keturunan Abraham terutama adalah iman (3:8). Bagi orang-orang non-Yahudi yang bertobat, iman itulah yang mempersatukan mereka dalam Kristus (3:26).

Realitas Kehidupan Kini

Dari penjelasan teks di atas kita bisa merasakan adanya bau kesombongan dalam suatu komunitas yang menganggap dirinya lebih utama.  Keutamaan diri ini telah membuat orang Kristen Yahudi merasa bahwa ajaran Yahudi tetap adalah jalan keselamatan. Paulus menentang keras ajaran tersebut dan mengatakan bahwa keselamatan adalah anugerah karena iman. Kebanggaan berlebihan terhadap komunitas bisa membuat komunitas tersebut jatuh pada kesombongan yang menyulut perpecahan. Jemaat Galatia nyaris pecah karena adanya ajaran yang keliru tersebut. Surat ini hadir untuk mendampingi jemaat Galatia agar memahami kasih Allah  kepada umat-Nya melalui kehadiran Yesus Kristus.

Gereja juga seringkali pecah ketika ada orang-orang yang memiliki kebanggan yang berlebihan terhadap diri dan kemuliaan keluarga di masa lalu. Tidak dapat dipungkiri karakteristik GKJW pada umumnya adalah jemaat-jemaat yang berkembang karena penginjilan pribadi di daerah-daerah tertentu. Para keluarga pendiri suatu jemaat di GKJW, harus waspada terhadap godaan pemuliaan trah keluarga. Seringkali kenangan masa lalu dari kejayaan sebuah keluarga akan terus menjadi bayang-bayang yang dibawa pada masa sekarang. Mereka lupa bahwa jaman akan berubah. Konteks dan tantangan pada tiap jaman bisa berubah dan sangat berbeda. Ketika setiap sebuah keluarga menganggap bahwa konteks masa lalu dari leluhurnya adalah yang paling benar dan di luar itu tidak ada kebenaran, maka ia akan menolak perubahan. Tradisi yang dianggap warisan mulia keluarga dipertahankan meskipun sudah tidak mampu menjawab tantangan zaman demi menjaga kemuliaan trah  keluarga. Kondisi ini akan membuat sebuah jemaat rentan dengan perpecahan, karena masing-masing komunitas merasa bahwa warisan tradisi keluarganyalah yang paling utama.

Keturunan Abraham dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia (Kejadian 12:3). Bukan untuk sekedar menjadi yang mulia. Melalui kemuliaan yang diberikan Allah, mereka dipanggil untuk menjadi berkat. Kita semua para pengikut Kristus juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Kristus telah lebih dahulu memberkati kita dengan anugerah keselamatan, maka kini saatnya kita menjumpai Yesus dalam wajah penderitaan orang-orang yang ada di sekitar kita. Keluarga kita adalah kekuatan bagi gereja untuk menjadi berkat bagi dunia. Inilah saatnya keluarga-keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi berkat bukan berhenti pada kemuliaan keluarga yang menjadi sumber pemecah belah di dalam jemaat.

Pendalaman

  1. Menurut Saudara, adakah tantangan di dalam jemaat Saudara yang bisa menjadi sumber perpecahan dalam jemaat?
  2. Apakah yang bisa dilakukan oleh keluarga agar bisa menjadi berkat bagi kehidupan yang ada di sekitarnya?
  3. Apakah tantangan yang bisa dijumpai ketika keluarga ingin menjadi berkat? Bagaimana cara menghadapi tantangan tersebut?

 

-AM-

 

                                                                                                         

| A R S I P |

 

 

Copyright 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.