HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab
 

 

JUNI II

Bacaan           : Yesaya 65:1-9
Tema               : Menjadi Anak Tuhan yang Setia
 

Keterangan Teks

“Yesaya” berarti “Tuhan adalah keselamatan” dan dia adalah nabi keselamatan. Namun, keselamatan dan penghakiman selalu bersama-sama dalam Alkitab; jika Anda tidak mau diselamatkan, maka Anda akan dihakimi. Oleh karena itu, Yesaya menggabungkan kedua tema ini: penghakiman (Yes 1:1-35:10) dan keselamatan (Yes 40:1-66:24). Kedua tema utama ini dipadukan dengan adanya bagian bersejarah tentang Raja Hizkia (Yes 36:1-39:8).

Yesaya menerima visinya pada masa pemerintahan empat orang raja yaitu Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia (Yes 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 sebelum Masehi (lihat Yes 6:1), dan Hizkia pada tahun 687 sebelum Masehi. Dengan demikian visi-visi Yesaya mencakup kurun waktu setengah abad.

Yesaya adalah seorang nabi, bukan semata-mata seorang pengkhotbah dan Kitab Yesaya merupakan buku nubuat, bukan hanya buku sejarah. Yesaya tidak hanya mampu menganalisis keadaan, tetapi juga mempunyai banyak visi. Nubuat mengatakan bahwa ada Allah yang mengetahui hari depan dan yang mengungkapkan sebagian rencana-Nya kepada para nabi.

Waktu Yesaya mulai bekerja, Israel sedang berada di ambang kehancuran. Tahun 722 sebelum Masehi kerajaan utara dengan kesepuluh sukunya dikalahkan oleh bangsa Asyur (2 Raj. 17). Tetapi kerajaan selatan, Yehuda, sedang menuju nasib yang sama. Secara sosial, politis mereka sudah rusak, demikian juga iman percaya mereka. Kerajaan utara telah dihukum dan musnah. Yehuda harus dihakimi, tetapi karena adanya perjanjian abadi dengan Allah, maka Yehuda juga akan diselamatkan. Pada suatu saat, dari Yehuda akan datang seorang Hamba Tuhan, Sang Juruselamat yang akan menyelamatkan bukan hanya Yehuda, tetapi seluruh dunia.

Cara penulisan Kitab ini adalah sebagai berikut: Yes. 1:1 penulisnya ialah Yesaya. Namun demikian, seringkali orang beranggapan bahwa ketiga bagian kitab Yesaya (Yes 1:1-35:10; Yes 36:1-39:8; Yes 40:1-46:13) ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Alasan ini didasarkan pada bentuk penulisan yang jelas berbeda antara pasal Yes 1:1-35:10 dengan bagian lain, juga munculnya nama-nama Bel dan Nebo, dewa-dewa Babel dan bahkan nama Koresy, penakluk dari kerajaan Babel dan nubuat Yesaya mengenai kembalinya bangsa Yehuda dari pembuangan jauh sebelum pembuangan itu sendiri terjadi. Tetapi kitab itu sendiri menekankan mengenai kemampuan Allah untuk mengungkapkan hari depan (misalnya Yes 41:21-27; 42:8,9; 44:6-8; 48:3). Tidak ada bukti tertulis bahwa terdapat dua atau lebih kitab Yesaya dan tidak ada bukti tentang penulis-penulis lainnya.

Pesan Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam pengasingan di Babel. Pengasingan ini merupakan konsekuensi dari Yesaya bagian pertama, “Penghakiman”. Tetapi, sekarang Yesaya mendapat kata baru yaitu “keselamatan”. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan. Tentu saja pasal-pasal ini juga ditulis untuk kita juga. Babel merupakan suatu kota yang nyata, tetapi seringkali kata itu dipakai sebagai gambaran mengenai kerajaan Setan. Bangsa Yahudi berada dalam belenggu dosa, demikian juga halnya dengan kita; mereka perlu diselamatkan, begitu pula kita. Pesan ini ditulis buat mereka, juga untuk kita.

Bacaan kita ada pada tema KERENDAHAN HATI ALLAH.  Yes. 63:1-65:25 merupakan kesaksian yang luar biasa mengenai kerendahan hati Allah. Pada pasal 63 Yesaya menengok fakta sejarah untuk melihat apa yang telah dilakukan Allah bagi umat-Nya di masa lampau. Pada pasal 64 Yesaya memohon kepada Allah untuk menunjukkan bahwa Dia masih mempunyai kuasa yang sama. Bahkan Yesaya seakan-akan mempertanyakan keadilan Allah: “Ya Tuhan, janganlah murka amat sangat; janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya!” (Yes. 64:9). Pasal 65:1-5 merupakan jawaban Allah. Dia memberi petunjuk kepada mereka yang tidak menanyakan-Nya; Diaberkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Dia;  menjawab mereka yang tidak memanggil nama-Nya; menawarkan anugerah kepada orang-orang yang telah berdosa. Allah menunjukkkan kesetiaan-Nya di tengah ketidaksetiaan umat-Nya, dan sekaligus menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap kehendak Allah menagandung konsekuensi yang harus dijalani.

Realitas Kehidupan Kini

Bacaan kita pada hari ini bercerita tentang kesetiaan Allah kepada bangsa Israel yang mulai tidak setia. Sekalipun bangsa tersebut tidak setia, namun Allah tetap setia.  Ada banyak alasan yang membuat seseorang tidak setia kepada Tuhan. Di dunia ini ada begitu banyak tantangan yang membuat orang tidak setia kepada Tuhan. Oleh karena itu dalam Ulangan 6:2-9, Allah meminta agar umat Israel mengajarkan ketetapan-ketetapan Allah kepada anak-anak mereka dan senantiasa menggajarkannya dalam keadaan apapun juga.

Gereja juga diperhadapkan pada banyak tantangan yang dihadapi oleh tiap-tiap keluarga Kristen. GKJW berada di tengah bangsa Indonesia yang majemuk latar belakang kehidupan masyarakatnya. Konteks mayarakat di sekitar kita beragam budayanya, bahasa, suku dan juga agamanya. Keberagaman ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi warga jemaat untuk mempertahankan imannya di hadapan Tuhan.  Terlebih lagi di beberapa wilayah “kantong” GKJW telah dibangun JLS (Jalur Lintas Selatan), ini akan membuat warga GKJW berhadapan secara langsung dengan berbagai tantangan. Demikian juga dengan berkembangnya teknologi komunikasi  pada masa ini yang telah membuat tantangan itu semakin dekat bahkan masuk ke wilayah rumah yang sangat pribadi.

Itulah setidaknya beberapa tantagan hidup bergereja di GKJW. Tantangan ini tentu saja sangat rentan dihadapi oleh anak-anak kita para generasi penerus GKJW.  Pada pekan anak ini, marilah kita menggumuli bersama persoalan-persoalan yang menjadi konteks hidup beriman kita pada saat ini, khususnya mempersiapkan supaya anak-anak kita akan memiliki iman yang kuat di tengah tantangan zaman pada masa kini.

Pendalaman

  1. Apakah pemahaman Saudara tentang tidak setia kepada Tuhan?
  2. Tantangan apa yang membuat anak-anak kita tidak setia kepada Tuhan?
  3. Sebagai orang tua, apa yang bisa kita lakukan agar anak-anak (cucu) kita setia kepada Tuhan? Apakah ini mudah untuk dilakukan? Jika tidak apa penyebabnya?

Kata Kunci Artikel Ini:

pemahaman alkitab, Bahan Pemahaman Alkitab, pemahaman tentang alkitab, tafsiran yesaya pasal 15 dan 16, materi pemahaman alkitab, yesaya 65:1-9, pemahsmsn alkitab, Tafsiran yesaya 65:1-9, renungan gkjw 2016, vcd pendalaman dan pemahaman Alkitab kKeristen
 

                                                                                                         

                                                                                                         

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.