HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab
 

MARET 2016 (I)

Bacaan : Yesaya 43:11–21
Tema : Tetap Taat Walaupun Menderita

Keterangan Teks/ Kitab
Kitab Yesaya terdiri dari bagian besar: pasal 1 – 39, pasal 40-55 (disebut sebagai Deutero Yesaya/ Yesaya kedua) dan pasal 56-66 (disebut Trito Yesaya/ Yesaya ketiga). Yesaya pasal 40 – 55 berasal dari masa pembuangan. Orang-orang dari Kerajaan Yehuda telah diboyong ke Babil. Harapan mereka telah hancur. Putus asa. Terhina. Tak berdaya. Dosa bangsa itu berbuah derita.

Nabi Deutero-Yesaya mengangkat bangsa pilihan yang telah terpuruk. Nabi Yesaya taat kepada TUHAN. Demi mengangkat bangsa terbuang, Nabi Yesaya membawakan kabar baik dari TUHAN. Kondisi mereka yang melemah, tak berdaya untuk menolong dirinya sendiri, ditolong oleh-Nya. Mereka yang hanya tahu mengeluh dan memohon pembebasan, kini diberitakan pembebasan. TUHAN hendak bertindak membebaskan umat-Nya. Dibawa-Nya mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru.

Hidup baru umat TUHAN pada era yang baru adalah hidup sebagai HAMBA TUHAN, Ebed Yahweh. Misi atau pengutusan terhadap bangsa pilihan, kini, diperbarui. Bukannya misi keteladanan yang menguasai, melainkan keteladanan yang melayani. Bukan lagi misi penguasaan atau penaklukan, melainkan misi melayani. Kalau harus menjadi pionir, haruslah menjadi orang/ bangsa yang paling-depan melayani. Bangsa pilihan dipanggil untuk tetap menjadi nomor satu, terdepan. Tetapi terdepan dalam hal melayani secara sadar, dengan rela.

Realitas Kehidupan Kini
1. Etos, spirit, atau semangat-juang, ada yang terbaru. Ialah semangat-juang menjadi ‘nomor satu’. Dasarnya adalah semangat-juang menjadi ‘tertinggi’, ‘tercepat’, dan ‘terjauh’.

  • Semangat-juang menjadi nomor satu bisa berbuah penindasan, ‘pengusiran’ atau ‘pembunuhan’ para kompetitor lainnya. Pesaing ditiadakan, dijauhkan. Mau-nya, semuanya harus menjadi nomor dua. Atau, kalau memungkinkan, mau-nya, semuanya dan segalanya di-hak-i sendiri.
  • Semangat-juang menjadi nomor satu bisa juga berbuah sangat hebat, terhebat bahkan. Terhebat dalam hal kerelaan melayani, dalam hal memberikan apa yang terbaik dari diri sendiri, memfasilitasi pihak lain. Orang lain masih bercita-cita, telah disediakan sumbangan berupa fasilitas ini dan itu agar cita-cita tersebut dapat segera terwujud. Dalam hal-hal demikian, semangat-juang nomor satu, kiranya, sangatlah patut dipuji.
  • Karena “kebaikan” pun berpotensi untuk menjadi baik atau menjadi sangat jahat, maka dibutuhkan alat kontrol diri sendiri. Kontrol diri sendiri itu dimaksudkan untuk menjadi setia pada pengutusan TUHAN. Apakah alat kontrol diri sendiri sebagai utusan TUHAN? Yaitu kesadaran, bahwa prestasi tertinggi, tercepat, terjauh, atau terhebat pada umumnya, adalah dalam kapasitas sebagai SAKSI (cf. Yesaya 43:12)
  • Menjadi orang hebat adalah patut diacungi jempol, dipuji dan diberi ucapan terima kasih, serta dikenang jasa baiknya. Kalau perlu, orang seperti itu dielu-elukan sebagai pahlawan yang berjasa besar. Pertanyaannya: apakah orang seperti itu tertarik pada istilah ‘pahlawan tanpa tanda jasa’? Apakah ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu hanya karena keterpaksaan? Lalu, bagaimana membuat keterpaksaan itu menjadi seperti ‘salib’ bagi seorang seperti Mesias di dalam bagian Deutero-Yesaya? Ataukah ‘salib’ itu hanya cerita masa lalu, yang tak patut dikembangkan pada zaman modern kini dan nanti?

2. Contoh kekinian, menderita tapi tetap setia:

  • Klasik: Pak pos tetap mengantar surat ke alamat walaupun hujan berhalilintar dan hanya ‘dibayar’ dengan pranko standard.
  • Hubungan Ibu – Anak: tetap menggendong anaknya dengan lembut walau si anak sedang monthah. Tetap berupaya memfasilitasi secukupnya kebutuhan si anak, walaupun diketahui, bahwa si anak lebih banyak menyakiti hati orang tuanya ketimbang membuat orang tuanya bersenandung bahagia.
  • Kekal-abadi: Matahari diterbitkan juga bagi penjahat yang sedang berjemur diri di pantai dan menghambur-hamburkan kekayaan dan masa mudanya hanya dengan bersenang-senang dan berkorupsi.
  • Ideal-mengharukan: seorang pegawai tetap menjalankan tugas mengajar siswa-siswi di pelosok terpencil, walaupun janji pemberian gaji per bulan dinaikkan 300 % , yang dari pemerintah pusat, bisa jadi jauh lebih sering tiba terlambat di pelosok tempat tinggalnya, atau bahkan sesekali tidak pernah utuh sejumlah yang dijanjikan’ yang harus ditandatanganinya.
  • Konteks Dauran di GKJW: seorang warga GKJW menjawab Ya, Bersedia; walaupun pemilihan dan penetapan status sebagai Penatua atau Diaken di Jemaat GKJW jauh lebih berarti menyerahkan diri untuk menjadi batur-rewang-pembantu bagi sesamanya.
  • Langka, tapi ada: Pasangannya tetap setia, walau diperlakukan tidak setia oleh pasangan hidupnya yang telah pernah berjanji-setia dalam suka maupun duka.

Pertanyaan teks Yesaya 43:11-21

  1. ‘Kamulah saksi-saksi-Ku’; siapakah yang dimaksud dengan ‘kamu’ di dalam ayat 12 ini (kalau dihubungkan dengan bacaan Yesaya 43:1-10)?
  2. (ayat 13): Apakah Anda memahami, bahwa yang dimaksud dengan ‘… Aku tetap Dia…’ itu adalah menunjuk pada TUHAN yang maha kuasa? Kemahakuasaan TUHAN dipergunakan untuk apa, menurut ayat 13?
  3. TUHAN Allah menyebut diri-Nya sebagai apa saja menurut ayat 14-15?
  4. Apakah Anda menangkap kesan yang agak lucu dari ayat 16-17, 19 (TUHAN mengumpamakan diri sebagai tukang buat jalan, meratakan jalan, atau seperti petugas PU yang mengaspal jalan? Masak-an, Tuhan adalah seperti petugas PU?
  5. Apakah Anda juga menangkap nuansa ‘humor’ ayat 20? (seolah-olah TUHAN Allah menjadikan diri-Nya ‘hanya’ setingkat/ sekelas dengan seorang jaga-tirta di areal persawahan? Atau seperti petugas penjaga dam-air yang bertugas untuk memutar ‘alat-kemudi’ agar aliran air bisa terkendalikan?
  6. (ayat 21): Umat yang diperbarui oleh TUHAN Allah akan memuliakan dirinya sendiri, ataukah akan memuliakan TUHAN Allah?

Penerapan

  1. Apakah Anda menangkap kesan, bahwa penyelamatan TUHAN Allah dilakukan dengan ‘mempertaruhkan’ segala sesuatu demi umat yang dikasihi-Nya?
    Padahal, umat pilihanNya berbuat jahat. Namun, TUHAN tidak tega. Diselamatkan-Nya umat-Nya.
  2. Kesetiaan dan cinta kasih TUHAN Allah menjadi sumber inspirasi-kah bagi Anda untuk tetap setia apapun yang terjadi?
  3. Pilih dan nyanyikan bersama 1 lagu Kid. Jemaat yang meneguhkan renungan PA ini! Kemudian berdoalah bagi para pejuang yang tetap setia walau menderita!

 Sumber: Pemahaman Alkitab GKJW-www.gkjw.web.id

Pdt. Suwignyo.

 

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.