HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

     
 
Pemahaman Alkitab

NOPEMBER II 2015

  Bacaan                       : II Samuel 23:1-7
Tema Bulan    : Allah sebagai Bapa dan Penyelamat.

Teks

“Perkataan Daud yang terakhir”

23:1 Inilah perkataan Daud yang terakhir: “Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel:

23:2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku;

23:3 Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah,

23:4 ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.

23:5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?

23:6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan:

23:7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!”

Pengantar

Umum. Sebagai pengantar umum, perlulah dicatat bahwa kitab II Samuel, yang menjadi fokus pembahasan kali ini, merupakan satu kesatuan dengan kitab I Samuel. Begitulah pada dasarnya. Kisahnya sambung-menyambung. Dimulai dari kisah tentang Samuel. Berturut-turut dikisahkan tentang liku-liku kehidupan Samuel sebagai sosok pemula/ yang mengawali gaya berpikir nabi-nabi. Gaya yang khas para nabi dimaksud adalah gaya berpikir dan bertindak secara KRITIS. Atau, disebut juga taat asas. Siapa pun dikritisi oleh seorang nabi. Terutama umat pilihan Tuhan. Dan, lebih khusus lagi, orang-orang pilihan-khusus mendapat kritik pedas dari seorang nabi. Yang paling istimewa adalah raja. Berbeda dari bangsa-bangsa tetangga Israel, nabi-nabi, seperti Samuel, merepresentasikan/ menghadirkan suara Tuhan. Dilarang, umat Tuhan berbakti kepada siapa pun selain kepada Tuhan. Raja pun dilarang berkuasa melebihi apa yang patut. Raja sejati dan kekal hanyalah Tuhan. Dilarang seorang raja menjadikan dirinya berkuasa mutlak. Kritik harus diterimanya. Sebab, raja pun manusia. Raja pun berpotensi bersalah. Raja pun berpotensi menyalahgunakan kuasanya. Karenanya, raja-manusia harus dengar-dengaran pada Raja Kekal, yakni Tuhan Sang Khalik. Kekhilafan pada diri raja-manusia, ada. Raja-manusia harus bersedia diingatkan, pada saat dan pada titik kekhilafannya. Mekanisme itulah mekanisme kritik. Demikianlah dunia modern menyebutnya. Untuk seterusnya, kebaikan seorang raja diukur dengan kesediaannya dikritik. Sebagaimana umat pilihan Tuhan diluruskan jalannya, demikianlah raja dikritik kebijakan dan sikapnya.

Khusus. Tradisi kritis atau tradisi taat-asas dikawal oleh Samuel. Samuel jugalah orang utusan khusus Tuhan. Samuel mempersiapkan raja-raja. Sejak Saul sampai dengan Daud, Samuel mempersiapkannya. Terutama mempersiapkan sikap rendah hati bagi raja. Raja-manusia memiliki kuasa. Tetapi, kuasa raja-manusia hanyalah mandat dari Tuhan. Kuasanya dipertangungjawabkan kepada pemilik kuasa yang bersifat paripurna, yakni Tuhan, Sang Khalik.

Peletak dasar sikap rendah hati adalah Samuel. Raja harus rendah hati. Raja, dilantik. Raja tidaklah memproklamasikan dirinya sendiri. Raja bertanggung jawab kepada pelantiknya: Tuhan. Utusan Tuhan, dimulai pada diri Samuel, menjadi pelantik raja, yang pertama kali. Karenanya, kisah-kisah tersebut, di dalam kitab Samuel, dicatat khusus. Catatan khusus itu disebut kitab sejarah. Sekaligus disebut kitab nabi-nabi (awal). Nantinya, semua nabi merepresentasikan sosok pribadi kritis (taat asas) serupa dengan Samuel.

Struktur atau kerangka utuh kitab I dan II Samuel, ada baiknya, disebut secara keseluruhan. Setelah itu, II Samuel 23:1-7 akan dibahas secara khusus. Dimulai dari uraian umum. Kemudian menguraikan perikop khusus. Yang dimaksud adalah demikian: kitab Samuel terbagi atas 5 (lima) bagian besar, yakni:

(1) Kisah tentang Samuel (I Samuel 1 – 7);

(2) Kisah Samuel dan Saul (I Samuel 8 – 15);

(3) Kisah Saul dan Daud (I Samuel 16 – II Samuel 1);

(4) Kisah Daud (II Samuel 2 – 20);

(5) Beberapa tambahan (II Samuel 21 – 24).

Dengan demikian, kitab II Samuel 23:1-7 merupakan bagian yang utuh dari bagian ke lima kitab Samuel. Bagian khusus tentang kata-kata terakhir Daud dikumpulkan tersendiri. Bagian itu menjadi semacam wasiat khusus dari seorang raja yang takut akan Tuhan.

Pertanyaan Teks II Samuel 23:1-7

  1. Ayat 1: apa sajakah predikat atau sebutan atau ‘gelar’ bagi Daud? (Bacalah juga ‘wasiat’ Yakub’ di dalam Kejadian 49. Bacalah juga ‘wasiat’ Musa di dalam Ulangan 33)
  2. Ayat 2-3a: wibawa siapakah yang disebut-sebut berada di atas dan di dalam diri Daud?
  3. Ayat 3b: sebutkan dua azas yang wajib ditaati oleh seorang raja bagi umat pilihan Tuhan!
  4. Ayat 4-5: bagaimanakah keadaan kehidupan raja dan keluarga raja yang ideal?
  5. Ayat 6-7: sebaliknya, seperti apakah keadaan kehidupan seorang raja yang dursila?

Pertanyaan Refleksi II Samuel 23:1-7

  1. Mudahkah seorang yang berkuasa merendahkan hatinya, untuk menerima kritik dan memperbarui hidupnya?
  2. Apakah keadilan merupakan faktor utama di dalam kehidupan bermasyarakat? Mengapa?
  3. Gerakan mesianis atau gerakan kemerdekaan atau pembebasan, biasanya sangat mengenal istilah Ratu Adil atau seorang Raja yang adil. Artinya, impian paling sempurna tentang kesempurnaan kehidupan sebuah bangsa adalah ada atau belum ada-nya sosok Ratu Adil yang menenteramkan umat. Setujukan Anda? Bagaimana penjelasannya?

Penegasan

Secara harafiah, pemerintahan berdasar wibawa ilahi secara langsung disebut teokrasi. Setiap hari, pusat pemerintahan berada pada satu orang. Dialah representatif theos atau Tuhan. Satu orang menjadi pusat segalanya. Sebab, satu orang itulah satu-satunya yang sedemikian dekat dengan Tuhan, sehingga kata-katanya diterima, niscaya, tak terbantah. Pusat wibawa dan pengemban kebenaran-kebaikan berada pada satu figur. Dialah sang pemimpin. Sedemikian berwibawa sang pemimpin pemerintahan, sehingga terbangun citra ‘tak-bersalah’ dan ‘tak bercacat’ pada diri sang pemimpin. Kehendaknya adalah hukum yang berwibawa. Kehendaknya adalah kebenaran. Kehendaknya adalah ketentuan yang mengikat. Tak terbantah. Absolut. Mutlak.

Tidaklah demikian Daud. Kerajaan yang dipimpin oleh Daud bukanlah teokrasi. Paling tidak, bukanlah teokrasi sebagaimana dipahami dewasa ini, seperti di dalam sistem pemerintahan bangsa-bangsa modern. Sebab, sebagai raja yang berwibawa, Daud tidak memusatkan pemerintahannya pada dirinya sendiri sebagai seorang raja. Meskipun Daud dielu-elukan sebagai seorang raja terpenting dalam sejarah raja-raja di Israel, namun, Daud tetap terbuka terhadap koreksi. Dia bersedia bertobat, menyesali dosa-dosanya.

Daud adalah sosok seorang raja yang cerdik, bijak, dan takut akan Tuhan. Kecerdikan Daud yang mencolok adalah keberhasilannya menyatukan suku-suku Israel. Kesatuan baru. Netral. Simbolnya: Yerusalem.

Kalau dibandingkan dengan Yerusalem, Hebron, sebenarnya, bermakna istimewa bagi Daud. Sebab, di Hebron, Daud diurapi sebagai raja (II Sam 2:4). Berdasar informasi topografis, Hebron atau disebut juga Kiryat-Arba, adalah kota tertinggi di Palestina, 927 meter di atas permukaan Laut Tengah, 30 km di sebelah baratdaya Yerusalem. Dan, kota Hebron menjadi ibukota selama 7,5 tahun. Tetapi, Daud akhirnya lebih memilih Yerusalem sebagai tempat yang netral, dibandingkan dengan Hebron. Netral bagi seluruh suku yang dipimpin oleh Daud.

Kesamaan/ kemiripan konteks. Baik konteks Daud maupun konteks kita dewasa ini terdapat kemiripan. Yakni, netral berarti adil. Siapapun merasa terayomi manakala ‘payung’ besar cukup memadai untuk dapat memayungi semua bagian, tanpa kecuali. Baik yang kecil maupun yang besar terayomi tanpa meminta. Penguasa mengetahuinya. Bahkan penguasa mengetahuinya sejak sebelum diminta oleh khalayak. Raja-filsuf. Raja yang bijaksana. [sw]
 

| A R S I P |

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.