HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB

Diterbitkan hari Jum'at, 17 Agustus 2018 00:00
Ditulis oleh May Lan
Dibaca: 933 kali

Baca: Galatia 5:1-15

Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa .... (Galatia 5:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 11-14


Salah satu pilar demokrasi adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Prinsip ini mempertimbangkan pemahaman bahwa kebebasan itu tidak pernah absolut. Batas dari kebebasan adalah tanggung jawab itu sendiri. Selama berpegang pada prinsip tersebut, kemerdekaan tidak akan berubah menjadi sikap semaunya sendiri.

Kebebasan selalu satu paket dengan tanggung jawab. Kekristenan pun berpegang pada prinsip tersebut. Kebebasan, dalam kekristenan, merujuk pada kemerdekaan yang sejati, karena Kristus telah memerdekakan (ay. 1). Kemerdekaan ini tidak lain merujuk pada kondisi orang percaya yang terlepas dari perangkap dosa. Ia merupakan anugerah terbesar yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sebagai penerima anugerah yang begitu mulia, orang percaya punya tanggung jawab supaya tidak menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa (ay. 13). Tanggung jawab tersebut akan selalu mempertimbangkan dua hal, yaitu berguna dan membangun (1Kor. 10:23), sebagai acuan dalam mempergunakan kemerdekaan secara bijak. Hal ini menjadi penting lantaran kelak orang percaya harus mempertanggungjawabkan kebebasannya di hadapan Tuhan.

Bebas dan bertanggung jawab bagaikan dua sisi dari sekeping uang logam. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Kebebasan yang melekat pada diri orang percaya tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab untuk menjaga kekudusan dalam hidupnya. Anugerah Tuhanlah yang menjadi alasannya.

—EML/www.renunganharian.net


TANGGUNG JAWAB ORANG PERCAYA DITUNJUKKAN MELALUI KEBEBASANNYA
YANG MENOLAK SECARA TEGAS UNTUK BERSENTUHAN DENGAN DOSA


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.