HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

BISIK-DOA CARTER

Diterbitkan hari Sabtu, 04 November 2017 00:00
Ditulis oleh Pipi Agus Dhali
Dibaca: 174 kali

Baca: Nehemia 2:1-8

Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit. (Nehemia 2:4)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 9-10


Pada 17 September 1978 Perjanjian Camp David ditandatangani sekaligus menandai berakhirnya perang antara Mesir dan Israel yang telah banyak memakan korban jiwa. Banyak pihak merasa lega. Namun, tak banyak yang mengetahui, perjanjian damai tersebut nyaris gagal. Di tengah suasana panas dan kritis, Presiden Jimmy Carter mengambil langkah menerabas kebekuan demi melunakkan hati kedua pemimpin negara yang sedang bertikai. Ia mengawali tindakan itu dengan sejenak berdoa kepada Tuhan, seperti yang selalu dilakukannya. Tuhan mengabulkan doanya.

Bisik-doa Carter serupa dengan yang dilakukan Nehemia, juru minuman raja Persia, Artahsasta (ay. 1). Sebelum menjawab pertanyaan baginda dalam percakapan yang penting dan menegangkan itu, Nehemia berdoa, dan Tuhan mengabulkannya. Percakapan yang ikut menentukan hari depan bangsa yang baru pulang dari pembuangan di Babel itu membuahkan hasil. Raja menandatangani surat-surat yang kelak memperlancar pembangunan kembali tembok Yerusalem pada 445 SM (ay. 7-8).

Walaupun tak banyak diketahui, bisik-doa acapkali menopang kata-kata, tindakan, dan pelbagai peristiwa penting di dunia atau di dalam hidup kita. Bisik-doa melunakkan hati yang keras, menenangkan jantung yang berdebar, melembutkan ucapan, dan menyejukkan suasana yang ikut membuahkan keputusan-keputusan yang berdampak luas. Dunia ini, masyarakat kita, gereja, dan keluarga kita membutuhkan bisik-doa kita. Jadi, jangan pernah merasa sia-sia berdoa.

—PAD/www.renunganharian.net


JANGAN MEMANDANG RENDAH BISIK-DOA,
BANYAK PERISTIWA BESAR DITOPANG OLEHNYA


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.