HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

DAMAI ITU MAHAL

Diterbitkan hari Jum'at, 24 Agustus 2018 00:00
Ditulis oleh Eddy Nugroho
Dibaca: 1282 kali

Baca: Imamat 14:1-32

“Domba jantan itu harus disembelihnya di tempat orang menyembelih korban penghapus dosa dan korban bakaran, di tempat kudus, karena korban penebus salah, begitu juga korban penghapus dosa, adalah bagian imam; itulah bagian maha kudus.” (Imamat 14:13)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yeremia 34-36


Sering kita lihat spanduk di pinggir jalan bertuliskan “Damai itu indah”. Tetapi judul renungan hari ini adalah “Damai itu mahal”. Apa maksudnya? Dalam bacaan kita tergambar bahwa cara pentahiran bagi orang yang sembuh dari penyakit kusta di jaman Musa ini merupakan salah satu yang paling rumit. Mengikuti dengan membaca saja sungguh rumit, apalagi melakukannya, tidak terbayang repotnya.

Imam mulai dengan mengunjungi penderita kusta untuk memastikan kesembuhannya. Imam menyembelih burung di atas belanga tanah berisi air yang mengalir. Lalu burung lainnya dicelupkan hidup-hidup ke dalam darah burung yang disembelih, dan dipercikkan ke orang tersebut, dan burung yang hidup dilepaskan ke padang. Orang tersebut kemudian membersihkan dirinya tuntas. Lalu ia boleh masuk ke perkemahan, tetapi tetap di luar kemahnya sendiri sampai hari ketujuh. Lantas sekali lagi ia membersihkan diri total. Kedua, proses pendamaian dengan serangkaian persembahan kurban. Ada kurban penebus salah dan penghapus dosa untuk mendamaikan orang tersebut pada Allah. Lalu kurban bakaran sebagai tanda bahwa ia sudah diperdamaikan.

Pentahiran yang rumit ini menunjukkan kepada umat Israel betapa mahal harga yang harus dibayar agar mereka dapat didamaikan dengan Allah, walau sifatnya sementara. Sesungguhnya untuk pendamaian yang kekal dengan Allah, harga yang harus dibayar adalah darah dari Anak Allah sendiri. Apakah kita telah menghargai harga yang begitu mahal yang telah dibayar oleh Kristus untuk pendamaian kita dengan Allah? Mari naikkan syukur dan bertekad hidup kudus bagi-Nya.

—ENO/www.renunganharian.net


KITA SUDAH DITEBUS OLEH DARAH KRISTUS YANG KUDUS,
MAKA HIDUPLAH KUDUS


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.