HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

HANYA TAMU

Diterbitkan hari Sabtu, 27 Mei 2017 00:00
Ditulis oleh Arie Saptaji
Dibaca: 781 kali

Baca: 2 Korintus 5:1-9

Karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
(2 Korintus 5:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 21-24


Seorang pria mengunjungi Chofetz Chaim, rabi asal Polandia. Ia heran melihat rumah rabi itu, yang hanya berupa ruangan sederhana penuh buku serta meja dan bangku. “Rabi, di mana perabotmu?” tanya pria itu. “Di mana perabot rumahmu?” rabi itu balik bertanya. “Perabot saya?” tanya pria itu. “Saya hanya tamu di sini. Nanti saya akan pulang.” Chofetz Chaim tersenyum, “Saya juga hanya tamu di dunia ini.”

Rabi yang arif itu memahami kefanaan hidup. Rasul Paulus menggunakan dua kata untuk menggambarkannya. Kata “kemah” mengacu pada tempat kediaman yang sementara. Kata ini melambangkan tubuh manusia, tempat kediaman yang fana bagi jiwa, yang suatu saat akan mengalami kematian. Kata berikutnya, “dibongkar,” berarti dilonggarkan, dirobohkan, atau dihancurkan. Dalam bahasa Yunani, kata ini biasa untuk menggambarkan musafir yang selesai berjalan jauh, lalu membongkar tali pengikat pada pundak binatang dan menurunkan bebannya.

Tubuh fana kita pada suatu saat akan mati dan ikatan kita dengan dunia ini berakhir. Di satu sisi, kita akan mengalami penderitaan dan kesedihan karena berpisah dengan orang-orang yang kita kasihi akibat kematian. Di sisi lain, kehidupan ini dengan segala beban, cobaan, dan masalahnya tidak berlangsung selama-lamanya. Sebagai gantinya, Allah telah menyediakan tempat kediaman yang kekal bersama dengan Dia. Kiranya janji Allah ini menggugah kita untuk menjalani hidup dengan tabah, penuh syukur, dan prioritas yang benar. —ARS

KETIKA KITA MEMANDANG PADA KEDIAMAN KEKAL YANG ALLAH SEDIAKAN,
KITA AKAN HIDUP DENGAN TABAH, PENUH SYUKUR, DAN PRIORITAS YANG BENAR


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.