HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

KESEMPATAN KEDUA

Diterbitkan hari Senin, 09 April 2018 00:00
Ditulis oleh Pipi Agus Dhali
Dibaca: 1965 kali

Baca: Yohanes 21:1-14

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia dibangkitkan dari antara orang mati. (Yohanes 21:14)


Bacaan Alkitab Setahun:
1 Samuel 25-27


Ketika merayakan Perkawinan Emas, si Kakek ditanya tentang rahasia awetnya perkawinan mereka. Ia menceritakan lelucon saat bulan madu mereka. Kala menunggang kuda, istrinya terusik oleh gerakan tertentu dari si kuda. Diucapnya hitungan: ”satu”. Tak lama gerakan itu terulang kembali. Ia berucap: “dua”. Lalu, masih terulang gerakan serupa. Maka, setelah menghitung: “tiga”, ia mengambil pistol dan menembak kuda itu. Kakek berkata, “Selama ini kami bertengkar hanya sampai di hitungan kedua. Itulah rahasianya.”

Lazimnya hitungan ketiga adalah yang terakhir. Habis. Simon Petrus telah 3 kali menyangkal Tuhan. Semua—termasuk dirinya sendiri— menganggap Simon sudah “habis”. Lupakan si Batu Karang. Tiada lagi si Penjala Manusia. Semua sudah dilucuti darinya. Tersisa hanya Simon yang “pergi menangkap ikan” (ay. 3). Simon kembali ke titik nol. Perjalanan kerasulannya sudah tamat. Benarkah? Peristiwa Yesus menampakkan diri ketiga kalinya setelah kebangkitan-Nya justru bukan demi “menghabisi” Simon, sebab adegannya mirip dengan pertobatan Simon kala pertama kali dirinya mengikut Yesus (Luk. 5:1-11). Artinya, Simon belum tamat. Tuhan membuka kesempatan kedua baginya.

Kebangkitan Yesus menampik semua bahasa “menghabisi”. Maut sekalipun tak sanggup menghabisi-Nya. Dia Tuhan bagi semua kesempatan kedua. Jangan biarkan olokan, kegagalan, rasa malu, rasa bersalah, dan keterpurukan “menghabisi” kita di jurang keputusasaan. Bangkitlah bersama-Nya. Tuhan yang bangkit itu selalu siap memberi kita kesempatan kedua.

—PAD/www.renunganharian.net


KRISTUS BANGKIT!—SEGALA YANG SEMULA DISANGKA SUDAH TAMAT
SIAP DIMULAI KEMBALI


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.