HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

KETIKA SEMUA BERANTAKAN

Diterbitkan hari Kamis, 19 Oktober 2017 00:00
Ditulis oleh Sidik Nugroho
Dibaca: 949 kali

Baca: Habakuk 1:2-4

Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong?
(Habakuk 1:2)


Bacaan Alkitab Setahun:
Markus 14-16


Penggalan lirik lagu Bimbo berbunyi, “Aku jauh, Engkau jauh. Aku dekat, Engkau dekat.” Atau, lirik lagu yang dipopulerkan Nikita, “Dia hanya sejauh doa.” Para lirikus, juga filsuf, tampaknya sering digelisahkan oleh kehadiran Tuhan. Kapankah kehadiran Tuhan menjadi persoalan bagi manusia? Ketika Dia terasa begitu jauh. Lalu, kapankah Dia terasa begitu jauh? Ketika semua hal dalam hidup kita berantakan.

Nabi Habakuk menyaksikan hal-hal yang membuatnya putus asa ketika bangsa Yehuda berubah setia kepada Tuhan. Habakuk sudah berseru kepada Tuhan lewat doa-doanya agar Tuhan bertindak mengganjar kelaliman bangsa itu, tapi Tuhan sepertinya terdiam; walaupun pada akhirnya Tuhan bertindak menghukum bangsa Yehuda dengan penyerbuan orang Kasdim (lih. Hab. 1:5-11).

Tindakan Tuhan membuat Habakuk resah, dan lewat ilham Roh Kudus, muncullah kata-katanya yang terus bergema sepanjang sejarah: “orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (ay. 4)—orang benar akan hidup oleh iman. Di bagian akhir kitab Habakuk kita bisa membaca, ia menemukan alasan untuk tetap bersyukur (bdk. Hab. 3:17-18) meskipun segala sesuatu yang ia doakan tak lekas dijawab Tuhan. Ia setia menunggu, meyakini bahwa Tuhan tak pernah diam untuk segala ketidakadilan yang disaksikannya. Sangat mudah kehilangan kepercayaan ketika harapan dan impian kita tak segera mewujud nyata. Namun, iman sejati mewujud dalam hati yang bersukacita, menanti, dan percaya, bahwa rencana dan tindakan Tuhan selalu mendatangkan kebaikan.

—SN/www.renunganharian.net


KEBENARAN LAHIR DARI SERANGKAIAN UJIAN; DAN KALAU KEBENARAN
DITENTUKAN DARI IMAN, MAKA IMAN ITU PUN HARUS DIUJI


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.