HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

MEMELIHARA ALAM

Diterbitkan hari Jum'at, 01 Jun 2018 00:00
Ditulis oleh Hembang Tambun
Dibaca: 1254 kali

Baca: Ulangan 20:19-20

“Hanya pohon-pohon, yang engkau tahu tidak menghasilkan makanan, boleh kaurusakkan dan kautebang untuk mendirikan pagar pengepungan terhadap kota yang berperang melawan engkau, sampai kota itu jatuh.” (Ulangan 20:20)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ezra 1-2


Bukan rahasia lagi bahwa kerusakan lingkungan terbesar terjadi akibat ulah manusia. Bukannya melakukan eksplorasi, manusia justru mengeksploitasi alam. Berbagai bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor berkaitan erat dengan rusaknya lingkungan di sekitarnya. Pemanasan global yang sekarang sering dikampanyekan juga merupakan akibat kerusakan alam.

Membaca Ulangan 20 yang berisikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh bangsa Israel ketika memerangi musuh mereka membuat saya terhenyak. Sekalipun mereka memerlukan kayu-kayu untuk mengepung kota musuh, Allah melarang umat-Nya merusak pepohonan yang menghasilkan makanan. Tujuannya tentu saja agar tersedia makanan bagi penduduk kota itu ketika perang usai. Keadaan darurat di masa perang tak lantas membolehkan mereka merusak segala pepohonan. Apalagi di masa damai.

Alkitab mengatakan bahwa seluruh alam semesta ini adalah karya Tuhan yang diciptakan dengan sangat baik. Sejak awal, Dia menugaskan manusia untuk mengusahakan dan memeliharanya (Kej. 2:15). Namun akibat dosa, tanah menjadi terkutuk dan menghasilkan semak duri, sehingga manusia berpeluh dalam mencari nafkah (Kej. 3:17-19). Bersyukur, Allah tidak membiarkan kondisi itu untuk selamanya. Allah mengutus Anak-Nya menjadi kutuk karena kita (Gal. 3:13), agar tersedia jalan pendamaian bagi kita dan seluruh ciptaan. Karenanya, sebagai orang-orang yang sudah dibenarkan Kristus, marilah kita mengemban amanat untuk mengusahakan dan memelihara alam ini.

—HT/www.renunganharian.net


DUNIA INI CUKUP UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN SEMUA ORANG, NAMUN
TIDAK CUKUP UNTUK KESERAKAHAN SETIAP ORANG.
—Mahatma Gandhi


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.