HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

MENGABAIKAN PERINTAH TUHAN

Diterbitkan hari Jum'at, 22 Jun 2018 00:00
Ditulis oleh Linawati Santoso
Dibaca: 1685 kali

Baca: Bilangan 14:40-45

Tetapi kata Musa: “Mengapakah kamu hendak melanggar titah TUHAN? Hal itu tidak akan berhasil.” (Bilangan 14:41)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ayub 30-33


Ketika sakit dan periksa ke dokter, biasanya kita diberi resep obat. Kemudian, tanpa banyak pertimbangan, kita akan segera membeli resep itu. Sekalipun harganya mungkin sangat mahal, kita tetap berusaha mendapatkannya. “Semua demi kesehatan,” kata kita. Ironisnya, kadang-kadang kita tidak meminum obat yang sudah dibeli dengan mahal itu.

Kesehatan sangat berharga. Itu sebabnya, ketika sakit, kita berusaha menaati semua instruksi dokter. Ironisnya, beberapa dari kita peduli terhadap kesehatan, tetapi lupa akan keselamatan. Terhadap perintah Tuhan, kita mengabaikan atau bahkan terang-terangan melanggarnya. Seperti itulah sikap bangsa Israel. Sebelumnya mereka menolak perintah Tuhan untuk menduduki tanah Kanaan, tetapi sekarang mereka terburu-buru ingin merebutnya (ay. 40). Musa mencegah mereka, “Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu.” (ay. 42a). Keinginan mereka tidak sama dengan kehendak Tuhan. Sayangnya, daripada mengikuti perintah Tuhan, mereka lebih suka menuruti keinginan diri sendiri. Mereka pun menderita kekalahan (ay. 44-45)

Banyak orang berpendapat, “Ikut Tuhan tidak enak! Banyak sekali aturannya!” Mereka lupa kalau perintah Tuhan sebenarnya dibuat untuk kepentingan mereka sendiri. Ketika Tuhan merangkaikan perintah-Nya, yang di pikiran-Nya hanyalah keselamatan kita. Setiap kali kita menganggap perintah Tuhan memberatkan, ingatlah pada upah ketaatan! Menaati instruksi dokter berarti kesembuhan; menaati perintah Tuhan berarti keselamatan.

—LIN/www.renunganharian.net


PERJALANAN KEHIDUPAN KITA AKAN SELAMAT
KETIKA KITA BERJALAN LURUS MENUJU KEHENDAK-NYA,
TANPA MENYIMPANG KE KANAN ATAU KE KIRI


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.