HOME

HOME

ABOUT US

KESAKSIAN

AGENDA GEREJA

LINK

CONTACT US

 
Arsip :
 
Renungan Harian
 

MUDAH MEMINTA MAAF

Diterbitkan hari Senin, 12 Maret 2018 00:00
Ditulis oleh Richard Tri Gunadi
Dibaca: 1911 kali

Baca: 1 Yohanes 1:5-10

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
(1 Yohanes 1:9)


Bacaan Alkitab Setahun:
Ulangan 32-34


Bagi beberapa orang, meminta maaf sulit dilakukan. Alasannya beragam. Mulai dari takut ditolak atau tidak dimaafkan, tidak mau kelihatan lemah, tidak mau kehilangan harga diri, tidak mau kelihatan salah, atau karena sengaja cari gara-gara. Meminta maaf berhubungan dengan kerendahan hati. Seseorang yang sulit meminta maaf atau selalu merasa benar biasanya adalah orang yang sombong.

Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (ay. 5). Kalau kita mengaku sebagai anak terang, berarti kita memiliki persekutuan dengan Allah. Jadi, kalau kita tidak mau meminta maaf padahal kita bersalah atau melakukan suatu dosa, kita sebetulnya tidak melakukan kebenaran dan hidup dalam kegelapan (ay. 6). Orang yang hidup dalam terang tidak akan menutup-nutupi kesalahan dan dosanya. Ia dengan rendah hati mengakui, meminta maaf, dan siap menanggung konsekuensinya. Mengaku dosa tidak akan merendahkan diri kita, justru menunjukkan bahwa kita mau hidup dalam kebenaran. Salah satu bentuk pengakuan dosa adalah mudah meminta maaf, bukannya menggunakan berbagai alasan untuk membenarkan diri.

Kalau saat ini kita sulit mengakui kesalahan dan dosa, atau mengakuinya dengan menyalahkan kondisi atau orang lain sebagai penyebabnya, marilah belajar merendahkan hati. Kita adalah seorang pendusta jika kita berkata tidak pernah berbuat dosa sehingga tidak mau meminta maaf. Marilah kita sama-sama berusaha menjadi pribadi yang rendah hati, yang mudah mengakui dosa dan kesalahan.

—RTG/www.renunganharian.net


SALAH SATU BUKTI KITA HIDUP DALAM KEBENARAN DAN RENDAH HATI
ADALAH MUDAH MEMINTA MAAF


 

 

 

Copyright © 1999 www.sahabatsurgawi.net
All rights reserved.